Usia Di Atas 50 Tahun, Perlukah Asuransi?

Jika judul di atas di tanyakan kepada orang yang berusia 30 tahunan, mungkin dia akan menjawab tidak perlu. Kenapa? Karena ada kemungkinan pada saat dia menginjak umur 30 tahun, dia akan merencanakan keuangannya dengan cara berinvestasi sebaik mungkin sehingga pada usia tua hartanya sudah cukup banyak.Namun, kita akan menemukan jawaban yang berbeda jika pertanyaan tersebut di tanyakan pada orang yang sudah menginjak usia 40 tahunan, atau bahkan 50 tahunan. Seperti jawaban berikut ini:

Pertama, mungkin orang tersebut akan jawab Tidak Butuh. Kondisinya adalah jika orang tua telah berinvestasi dengan baik semasa muda, dan kini aset-asetnya sudah bejibun, semua anaknya sudah mandiri, dan tidak lagi punya utang, maka dia tidak butuh asuransi jiwa. Yang dia butuhkan hanya asuransi kesehatan, atau sejumlah uang yang cukup untuk membayar biaya-biaya kesehatannya.

Kedua, jawaban dari orang tersebut adalah Butuh. Kondisinya adalah jika orang tersebut tidak berinvestasi sejak muda, atau sekarang masih punya anak yang harus dinafkahi, atau utangnya belum lunas, maka dia masih butuh asuransi jiwa.

Ketiga, jawaban dari orang tersebut adalah Perlu. Kondisinya adalah jika orang tersebut memiliki anak-anak yang sudah hidup mandiri, namun hidup mereka pas-pasan.Misalnya masih tinggal di kontrakan atau malah tinggal sama orang tuanya/mertua. Ingin kredit rumah, namun DP-nya kemahalan. Dan melihat perkembangan karir mereka sekarang, sepertinya butuh waktu sangat lama bagi mereka untuk mengumpulkan uang kontan puluhan juta untuk bayar DP rumah, atau mungkin tidak akan kesampaian.

Si orang tua ingin sekali membantu anak-anaknya, tapi hartanya juga tidak banyak-banyak amat. Maka salah satu cara yang bisa dia tempuh adalah mengambil asuransi jiwa. Tepatnya asuransi jiwa yang bisa berlaku seumur hidup. Mungkin UP 100 juta atau 200 juta akan sangat berharga untuk anak-anaknya.

Dengan cara ini, walaupun ketika hidupnya si orang tua melihat anak-anaknya masih ngontrak, ia bisa memastikan anak-anaknya punya rumah ketika ia meninggal dunia.

Keempat, jawaban yang mungkin muncul adalah Ingin. Jika si orang tua telah punya aset yang cukup, tidak lagi punya tanggungan dan utang, anak-anaknya juga sudah mandiri dan mapan, maka bisa saja dia mengambil asuransi jiwa atau mempertahankan asuransi jiwa yang telah dimilikinya.

Lalu untuk apa uang pertanggungannya? Untuk disedekahkan.

Saya ingin menegaskan poin keempat ini. Marilah kita berpikir lebih jangka panjang, bervisi lebih akhirat. Uang pertanggungan asuransi jiwa, mungkin 1 miliar, 500 juta, atau hanya 100 juta, akan cukup besar nilainya jika disumbangkan. Pernahkah anda menyumbang uang sebesar itu untuk pembangunan masjid? Atau untuk panti asuhan? Atau untuk sebuah lembaga pendidikan? Atau untuk lembaga penelitian kanker? Atau untuk memodali seorang yang tengah merintis usaha keluar dari kemiskinan?

Dengan memiliki asuransi jiwa, kita bisa menyumbang uang sebesar yang bisa dilakukan orang-orang kaya dan dermawan. Asal tempat penyalurannya tepat, sedekah kita akan bernilai jariyah, yang pahalanya mengalir terus sampai hari kebangkitan. Semoga.

Kelima, jawaban yang mungkin muncul adalah Tidak Bisa. Ada orang tua yang sebetulnya masih butuh asuransi jiwa, namun dia masih punya anak kecil, KPR belum lunas, dan anak yang paling tua pun belum mapan ekonominya.

Tapi asuransi jiwa bukan barang yang gampang dibeli siapa saja. Hanya orang-orang tertentu yang bisa memiliki asuransi jiwa, yaitu mereka yang sehat.

Jika orang yang sudah tua ini tidak sehat lagi fisiknya, walaupun punya uang dia tidak akan bisa beli asuransi jiwa.

Salam,

JOhan |  0818 654 456 (Mobile & Whatsapp)  | 5178D3DF (Blackberry Messenger)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s