20 Persen Kalangan Menengah Keatas Menjadi Miskin Karena Penyakit Kritis

Apakah Anda tahu kalau 80 persen masyarakat penduduk Indonesia itu jauh dari harapan hidup sehat jika dibandingkan dengan negara maju? Bahkan 20 persen masyarakat menengah keatas uangnya habis karena mengobati penyakit berat. Hal ini terjadi karena mereka kurang peduli untuk melakukan pemeriksaan dini.

Menurut pengamat kesehatan Dr Handrawan Nadesul, penyakit kritis yang beresiko kematian menguras biaya yang tinggi, karena memerlukan terapi yang mahal. Selain itu pengobatannya pun membutuhkan peralatan medis yang canggih. Meskipun tidak disebutkan berapa nominal pastinya untuk pengobatan sakit kritis tersebut, namun sangat penting bagi seseorang untuk memiliki asuransi sakit kritis dengan uang pertanggungan paling tidak sebesar 1 Miliar (baca juga: ilustrasi CI100 UP 1 Miliar).

Menurut Dr Hendrawan, penanganan penyakit kritis sejak awal sangat penting. Sebab, jika sudah terlambat, biayanya akan semakin tinggi. Check up bisa mengurangi biaya perawatan kesehatan. Pasalnya, semakin dini penyakit diketahui, pengobatan akan semakin mudah dan murah.

Jika sudah stadium lanjut, pengobatan bakal lebih sulit dan biayanya pun mahal. “Meski akhirnya berhasil diobati, penyakit sudah telanjur menyebar. Pasien yang sembuh juga akan cacat, karena salah satu organ tubuhnya telah rusak. Misalnya penyakit stroke, walaupun sudah diobati dan sembuh, pasien tetap saja cacat. Penderita tidak bisa sehat seperti semula, sehingga kualitas hidupnya akan buruk,” jelas dia.

Itulah sebabnya, lanjut Handrawan, check up perlu dilakukan. Selain meminimalisasi biaya, deteksi dini bermanfaat untuk menjaga kualitas hidup kita.

Biaya yang mahal tersebut akan sangat membebani keuangan keluarga (baca juga: 5 fungsi asuransi sakit kritis). “Oleh karena itu, check up merupakan pemeriksaan yang wajib dilakukan. Bagi yang berpotensi terkena kanker atau orangtua dan keluarganya pernah terkena kanker, sebaiknya check up enam bulan sekali. Sedangkan orang yang tidak berpotensi kanker bisa check up setahun sekali,” imbuhnya.

Menjalani gaya hidup sehat dan melakukan check up medis, lanjut Handrawan, merupakan upaya yang efektif untuk meminimalisasi risiko terkena penyakit kritis. Apalagi, kemajuan teknologi saat ini membuat check up medis lebih akurat dalam mendeteksi penyakit kritis sejak dini.

sumber

Salam,

JOhan|  0818 654 456 (Mobile & Whatsapp)| 5178D3DF (Blackberry Messenger)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s