Salah Kaprah Dalam Memahami Asuransi Pendidikan

ilustrasi_sarjanaBanyak cara yang dilakukan orang tua dalam mempersiapkan dana untuk pendidikan anaknya kelak. Ada yang menabung secara konvensional di bank, ada yang berinvestasi di reksadana saham, property atau logam mulia, bahkan tidak sedikit yang ikut dalam asuransi pendidikan. Pada kesempatan kali ini saya coba mengulas mengenai asuransi pendidikan, terutama karena menurut saya ada yang kurang tepat dalam memahami istilah asuransi pendidikan. Semoga ulasan saya berikut ini bisa memberikan pencerahan kepada para orang tua yang sedang mempersiapkan dana pendidikan untuk anak-anaknya kelak.

Berdasarkan informasi yang saya baca dapatkan dari Wikipedia, definisi asuransi  istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis di mana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, di mana melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti polis yang menjamin perlindungan tersebut. Dengan kata lain asuransi itu adalah proteksi keuangan dari resiko yang tidak diinginkan, tidak bisa diprediksi dan butuh biaya besar.

Lalu, apakah pendidikan termasuk kedalam kriteria resiko yang tidak diinginkan dan tidak bisa diprediksi sehingga perlu dicover oleh asuransi? Menurut saya, meskipun pendidikan butuh biaya yang besar, namun pendidikan bukanlah sesuatu yang tidak diinginkan dan tidak bisa diprediksi kapan tiba waktunya. Setiap orang membutuhkan pendidikan, dan usia pendidikan pun sudah bisa diprediksi waktunya. Misalnya untuk SD mulai dari usia 6-12 tahun, SMP mulai dari usia 13-15 tahun, SMU mulai dari usia 16-18 tahun, dan kuliah mulai dari usia 19-23 tahun.

Karena pendidikan adalah sesuatu yang diinginkan, waktunya bisa diprediksi dan butuh dana besar, maka solusi yang tepat menurut saya adalah investasi. Misalnya saat ini anak kita berusia 1 tahun. Jika kita investasikan dana sebesar 1 juta/bulan (12 juta/tahun) secara rutin selama  17 tahun, dan dengan asumsi return investasi pertahunnya sebesar 20%, maka di akhir tahun ke-17 nilai investasi kita akan menjadi 1 Miliar lebih. Nilainya masih lebih besar jika dibandingkan biaya masuk kuliah kedokteran di tahun 2014 yang mencapai 500 juta (sumber).

Kesimpulan dari artikel saya ini adalah:

  1. Asuransi pendidikan bukanlah solusi yang tepat untuk mempersiapkan dana pendidikan anak
  2. Meskipun pendidikan memerlukan biaya yang besar, namun pendidikan adalah sesuatu yang diinginkan dan waktunya bisa diprediksi.
  3. Dibandingkan dengan asuransi pendidikan, dengan berinvestasi maka akan memberikan hasil yang maksimal.

Jika Anda ingin berdiskusi lebih lanjut mengenai bagaimana mempersiapkan dana pendidikan, silakan menghubungi saya pada kontak dibawah.

Ikuti terus ulasan saya mengenai segala hal terkait asuransi, proteksi penghasilan dan perencanaan keuangan dengan cara klik “Follow” yang ada di pojok kiri atas blog ini.

Salam,

JOhan| 0818 654 456 (Mobile & Whatsapp) | 5178D3DF (Blackberry Messenger)

Advertisements

One thought on “Salah Kaprah Dalam Memahami Asuransi Pendidikan

  1. Kredit Mobil December 10, 2015 / 1:39 am

    Ulasan yang bgus dan mudah difahami thanks salam sukses.Prayoga_geraisyariah.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s