Ini Alasan Kenapa Klaim Ditolak Oleh Perusahaan Asuransi

insurance_claim_deniedMungkin Anda sering mendengar cerita dari teman atau saudara yang klaim asuransinya di tolak oleh perusahaan asuransi. Jujur saja, klaim ditolak atau sulit ketika klaim adalah salah satu alasan seseorang menolak asuransi yang saya tawarkan. Sebenarnya kenapa sih klaim asuransi kita bisa ditolak oleh perusahaan asuransi? Menurut saya ada beberapa faktor kenapa klaim asuransi bisa ditolak oleh perusahaan asuransi. Mari kita simak..

Baca selengkapnya..

Advertisements

Allianz Membayarkan Klaim Sakit Kritis

Kisah ini saya ambil dari salah satu agen Allianz yang bernama Ibu Iin yang kebetulan termasuk kedalam kelompok saya yaitu Allianz Star Network (ASN) cabang Serpong.

Ibu Iin memiliki nasabah yang membeli produk TAPRO, dengan manfaat dasar (UP 50 Juta) dan manfaat tambahan seperti CI+ (UP 40 Juta), TPD, ADDB dan Payor Benefit  pada tahun 2008. Premi yang nasabah setorkan setiap bulan sebesar 300 ribu. Nasabah tersebut sempat cuti premi dan polisnya hampir lapse. Namun beberapa bulan yang lalu nasabah tersebut aktif lagi menyetorkan preminya. Lalu pada tanggal 9 Mei 2014 musibah menimpa nasabah tersebut. Dia terkena Stroke Hemogarik dan mengajukan klaim ke Allianz pada tanggal 18 Mei 2014. Bukti MRI pada tanggal 10 Mei 2014 memberikan kesan nasabah tersebut mengalami pendarahan akut dilobus temporal kanan dan lobus occipital kiri dengan edema perifokal disertai pendarahan subarachnoid infark subakut di corona radiata kanan.

Setelah 6 minggu lebih dia periksa fisik dan isi data oleh dokter. Yang ada kesan fungsi anggota kiri hanya 4+ sedangkan menurut Allianz indikasi sembuh itu 5. Dan keputusan perihal pengajuan klaimnya baru disetujui tanggal 25 Juli 2014 pagi. Alhamdulillah nasabah tersebut mendapatkan semua UP yang sudah disepakati antara tertanggung (nasabah) dengan penanggung (Allianz) yang tertulis di dalam polis sebesar 40 juta rupiah. Selain itu, nasabah tersebut juga dibebaskan pembayaran preminya (premi dibayarkan oleh Allianz) sampai yang bersangkutan berusia 65 tahun. Hal ini karena nasabah tersebut juga membeli rider Payor Benefit. Saat kejadian nasabah tersebut berusia 53 tahun.

Untuk kesekian kalinya Allianz membuktikan komitmennya dalam membayarkan klaim nasabahnya. Dibawah ini surat persetujuan klaim yang dimaksud, yang saya peroleh dari Bu Iin langsung:

Nasabah Bu Iin ASN Serpong

 

Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah diatas adalah bahwa semua manusia yang hidup pasti memiliki resiko baik itu terkena sakit kritis, kecelakaan, cacat tetap total atau meninggal dunia. Dan kita tidak pernah tahu atau memprediksi kapan resiko itu akan datang menghampiri kita. Pertanyaannya adalah, apakah kita sudah mempersiapkan segala sesuatu terutama dalam hal finansial jika resiko itu datang? Apakah secara finansial kita sudah siap untuk membayar biaya penyembuhan jika kita terkena sakit kritis seperti sakit stroke misalnya? Atau, apakah kita sudah memberikan warisan yang cukup secara finansial kepada ahli waris kita jika kita harus meninggalkan mereka selamanya? Hanya Anda yang bisa menjawabnya. Namun jika Anda ingin memiliki produk TAPRO untuk membantu masalah finansial Anda jika resiko tersebut datang, silakan Anda menghubungi saya.

Untuk bukti klaim yang lainnya silakan klik disini.

Salam,

JOhan|  0818 654 456 (Mobile & Whatsapp)5178D3DF (Blackberry Messenger)

Pembayaran Klaim Sakit Kritis 1 Miliar Oleh Allianz

Pemb. Klaim Asuransi Rp. 1.004.268.494Allianz kembali membuktikan komitmennya dengan membayarkan klaim sebesar 1 Miliar kepada nasabah yang berusia 47 tahun karena terdiagnosa serangan jantung pertama (salah satu dari 49 penyakit kritis) pada saat polisnya baru berusia 2 tahun. Selain itu Allianz juga membayarkan preminya sebesar 42 juta/tahun sampai dengan nasabah berusia 65 tahun (rider payor benefit). Jika di lihat dari besarnya premi yang di bayarkan oleh Allianz sebesar 42 juta/tahun, maka premi per bulan dari nasabah tersebut sebesar 3,5 juta rupiah. Jika klaim sudah cair ketika polis berusia 2 tahun, berarti total premi yang sudah di bayarkan oleh nasabah tersebut adalah 84 juta rupiah. Artinya, andai saja nasabah tersebut tidak polis asuransi jiwa di Allianz dan tidak membeli rider critical illness, ada kemungkinan dia harus rela menggunakan tabungannya tersebut (bahkan mungkin juga seluruh asetnya) untuk membayar biaya operasi/tindakan/pengobatan di rumah sakit yang besarnya mungkin lebih dari 84 juta.

Bagaimana dengan Anda sobat? Apakah Anda sudah memiliki polis yang meng-cover penyakit kritis? Hubungi saya jika Anda ingin memilikinya, atau bahkan hanya sekedar diskusi/sharing. 🙂

Salam,

JOhan|   0818 654 456 (Mobile & Whatsapp)5178D3DF (Blackberry Messenger)