Salah Kaprah Dalam Memahami Asuransi Pendidikan

ilustrasi_sarjanaBanyak cara yang dilakukan orang tua dalam mempersiapkan dana untuk pendidikan anaknya kelak. Ada yang menabung secara konvensional di bank, ada yang berinvestasi di reksadana saham, property atau logam mulia, bahkan tidak sedikit yang ikut dalam asuransi pendidikan. Pada kesempatan kali ini saya coba mengulas mengenai asuransi pendidikan, terutama karena menurut saya ada yang kurang tepat dalam memahami istilah asuransi pendidikan. Semoga ulasan saya berikut ini bisa memberikan pencerahan kepada para orang tua yang sedang mempersiapkan dana pendidikan untuk anak-anaknya kelak. Baca selengkapnya..

Advertisements

TAPRO Sebagai Proteksi Penghasilan

proteksi-pendapatanApa sih yang dimaksud dengan TAPRO sebagai proteksi penghasilan?

TAPRO sebagai proteksi penghasilan definisinya adalah melindungi seseorang atau keluarga dari resiko finansial yang buruk jika sumber penghasilan/pencari nafkah (biasanya seorang ayah) tidak bisa lagi mencari nafkah karena sakit kritis, cacat tetap permanen, kecelakaan atau meninggal dunia. Bagaimana caranya TAPRO melindungi seseorang dari resiko finansial yang buruk? Apakah TAPRO bisa melindungi seseorang dari sakit kritis, cacat tetap permanen, kecelakaan atau meninggal dunia? Mari kita simak penjelasannya berikut ini.. Baca selengkapnya…

Inilah Daftar Penyakit dengan Biaya Mahal versi Kemenkes Tahun 2012

Artikel ini saya ambil dari sebuah situs berita dengan tujuan supaya para pembaca bisa kembali memahami betapa pentingnya menjaga kesehatan agar bisa terhindar dari penyakit-penyakit yang bisa menimbulkan masalah finansial. Beberapa penyakit dibawah ini sudah tercover dalam CI100, manfaat tambahan yang ada di dalam TAPRO.

Mahalnya biaya rumah sakit seharusnya membuat seseorang semakin sadar untuk mencegah suatu penyakit. Namun ada beberapa penyakit yang ternyata membutuhkan biaya yang tinggi.

Hal itu diungkapkan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dalam pembukaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2013 di Jakarta, Selasa (19/3/2013).

Untuk mengendalikan penyakit tersebut, Nafsiah berharap kepada para dokter di kota maupun daerah untuk terus meneliti penyebab dan cara pencegahan yang efektif

Daftar penyakit yang disebutkan ini diurutkan dari yang paling mahal menurut data Kementrian Kesehatan tahun 2012 yang dihitung dari total rawat jalan dan rawat inap selama tahun 2012, yaitu sebagai berikut: Baca selengkapnya…

Julia Perez Jual Mobil Dan Rumah Demi Berobat

Siapa yang tidak kenal Julia Perez? Artis seksi yang melantunkan lagu Aku Rapopo dan pernah dekat dengan Gaston Castano, pesepakbola IPL asal Argentina. Kurang lebih dalam seminggu kemarin banyak berita yang beredar di infotainment, media sosial, dan situs-situs berita tentang Jupe (panggilan akrab Julia Perez) yang menderita sakit. Sampai saat ini sakit yang diderita oleh Jupe itu rupanya tidak kunjung sembuh. Bahkan Jupe masih harus menjalankan pengobatan di luar negeri.

Jupe mengatakan harus melakukan pengobatan di negeri Kangguru Australia selama 6 bulan. Proses pengobatan yang lama membuat Jupe menjual rumah dan mobilnya demi mengobati sakitnya tersebut.

Ditanya total biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan di Australia, Jupe enggan menjawab.

“Saya enggak bisa bilang. Dan ternyata memang mahal pengobatannya di Australia, cuma ora popo, yang penting aku sehat,” tuturnya. (sumber)

Penulis tidak berani menduga-duga jenis penyakit yang diderita oleh Jupe. Tapi kalau dilihat dari berita diatas, bahwa Jupe sampai harus menjual mobil dan rumahnya untuk biaya berobat, kemungkinan Jupe menderita sakit yang termasuk kedalam penyakit kritis. Kenapa demikian? Karena menurut penulis hanya penyakit-penyakit yang termasuk kedalam penyakit kritis sajalah yang memerlukan biaya sangat mahal. Sebagai contoh penyakit kanker yang diderita oleh suami Celine Dion, sampai-sampai Celine Dion mesti menjual rumahnya (baca disini).

Saya berharap dengan adanya kisah-kisah seperti Jupe ini atau Celine Dion, bisa menambah pemahaman Anda betapa pentingnya asuransi sakit kritis.

Salam,

JOhan|  0818 654 456 (Mobile & Whatsapp)5178D3DF (Blackberry Messenger)

Kantong Kering Karena Obati Sakit Kanker

Artikel ini saya posting untuk (sekali lagi) memberikan pemahaman dan pengetahuan betapa pentingnya memiliki uang pertanggungan CI100 dikarenakan biaya berobat sakit kanker sangatlah mahal.

Jakarta, Kanker sebagai penyakit erat kaitannya dengan ‘kanker’ sebagai anekdot yang merupakan kependekan dari ‘kantong kering’. Bahkan menurut seorang dokter, andai bisa memilih maka sebaiknya tidak usah kena kanker kalau belum punya mobil Ferrari. Sebenarnya, seberapa mahal sih biaya pengobatan kanker?

“Kanker itu penyakit yang sangat mahal. Kanker paru misalnya, untuk sampai ke diagnosis saja sudah bisa habis Rp 10-15 juta,” kata dr Ahmad Hudoyo, SpP(KP), FCCP dari RS Persahabatan dalam seminar Hidup dalam Lingkungan Sehat dengan Tidak Merokok di Klub Kelapa Gading, seperti ditulis Rabu (27/6/2012).

Biaya sebesar itu masih akan membengkak ketika harus menjalani kemoterapi. Sebagaimana dicontohkan dr Hudoyo, sekali kemoterapi untuk kanker paru rata-rata menghabiskan Rp 15 juta padahal harus dilakukan sebanyak 6 kali dengan jeda masing-masing 1 bulan dan tidak boleh terputus.

Saking mahalnya, biaya pengobatan paru sampai pada tahap tersebut oleh dr Hudoyo diibaratkan seperti kehilangan sebuah mobil Toyota Avanza atau sekelasnya. Gambaran biaya sebesar itu tentunya sudah ditambah dengan pengeluaran-pengeluaran lain, termasuk kerugian akibat berbulan-bulan tidak bisa bekerja.

“Sampai benar-benar sembuh itu sangat mahal, dan itu pun belum tentu bisa sembuh. Ibaratnya kalau bisa memilih, mending tidak kena kanker kalau belum mampu beli mobil Ferrari,” tambah dr Hudoyo.

Mahalnya biaya pengobatan kanker dirasakan sendiri oleh Albert Charles Sompie (53 tahun), mantan atlet softball yang pernah menjalani operasi kanker paru dan kanker usus sekaligus. Laki-laki berkumis yang biasa dipanggil Berthie ini mengaku harus merogoh koceknya sekitar Rp 500 juta hanya untuk biaya operasi dan pengobatan saja.

Berthie yang kehilangan setengah dari paru-paru kanan dan hampir dua pertiga usus besarnya karena dimakan kanker tersebut mengaku prihatin membayangkan pasien kanker yang kondisi ekonominya tergolong menegah. Artinya kalau miskin sekalian, mungkin masih akan ditanggung negara, tapi kalau tidak miskin tapi juga tidak kaya maka akan tejadi hitung-hitungan yang sangat rumit dan dilematis.

“Kalau cuma jual mobil saya pikir masih bisa lah. Tapi kalau sampai jual rumah, ada nasib keluarga yang harus diperhitungkan di situ. Akhirnya banyak yang dihadapkan pada pilihan pahit, pasrah lalu menghentikan pengobatan,” kata mantan perokok berat yang kini mati-matian berjuang mengkampanyekan anti rokok tersebut.

Berthie juga membandingkan, biaya yang dihabiskan oleh para perokok untuk membeli rokok kalau dikumpulkan bisa jadi tabungan kalau suatu saat kena kanker. Memang tidak semua perokok kena kanker dan sebaliknya tidak semua yang tidak merokok akan bebas dari kanker, namun tetap saja Berthie menilai kebiasaan merokok adalah pemborosan yang sangat tidak bijak.

SUMBER

Salam,

JOhan|  0818 654 456 (Mobile & Whatsapp)5178D3DF (Blackberry Messenger)

Rumah Mewah Celine Dion Dijual Demi Pengobatan Kanker Suami Tercinta

celine_dion_dan_Rene AngelilPenyanyi kenamaan dunia, Celine Dion, baru-baru ini memasarkan rumahnya kepada pasar properti di Amerika. Kesulitan ekonomi yang sedang membelitnya, membuat pengisi soundtrack film Titanic ini menawarkan diskon besar pagi para pembelinya. Tidak tanggung-tanggung, diskon sebesar 10 juta dollar AS atau setara dengan Rp 117 miliar diberikan kepada calon pembeli rumah tersebut.

Bukan tanpa alasan penyanyi cantik ini menjual rumah mewahnya tersebut. Penyakit kanker tenggorokan yang sedang diderita suaminya, Rene Angelil, membuat mereka terpaksa menjual salah satu aset berharganya tersebut.

Harga rumah ini terbilang masih sangat mahal dan mungkin hanya dapat dibeli oleh para konglomerat. Rumah seluar 23,7 hektare bergaya Bahama tersebut dipasarkan dengan harga Rp 72,5 juta dollar AS atau setara dengan Rp 848 miliar.

Rumah milik penyanyi kenamaan ini memiliki 5 buah kamar tidur, 5 kamar mandi, ruang tamu resmi dengan desain langit-langit berkubah tinggi, ruang media dan sebuah teras depan. Kamar tidur utamanya bahkan memiliki beberapa fasilitas mewah khas diva dunia.

Misalnya saja seperti lemari pakaian dan sepatu di rumah ini yang dapat berputar secara otomatis. Hal ini dibuat demikian guna memudahkan pelantun My Heart Will Go On ini memilah-milih pakaian dan sepatu yang akan dipakainya.

Selain area indoor yang menggoda, rumah Celine Dion ini juga dilengkapi dengan waterpark, kolam renang hingga fasilitas olahraga tenis dan driving-range. Dengan sejumlah kelebihannya ini tidak heran jika rumah ini dijual dengan harga yang terbilang sangat mahal.

Cerita diatas kembali mengingatkan kita betapa pentingnya asuransi sakit kritis. Karena salah satu fungsi dari asuransi sakit kritis adalah melindungi aset kita. Untuk mengetahui fungsi-fungsi yang lain dari asuransi sakit kritis, bisa dilihat disini.

Satu hal yang perlu diingat bahwa asuransi tidak akan membuat kita jatuh miskin. Tapi tidak sedikit orang yang jatuh miskin karena tidak memiliki asuransi. Seandainya suami Celine Dion memiliki asuransi yang memberikan UP sebesar nilai asetnya, mungkin kejadian dari cerita diatas bisa dihindari.

SUMBER

Salam,

JOhan|  0818 654 456 (Mobile & Whatsapp)5178D3DF (Blackberry Messenger)

Hal-Hal Yang Tidak Perlu Dicover Asuransi

Sadar asuransi itu baik, tapi tidak setiap hal memerlukan asuransi.

Artikel ini berisi rangkuman pendapat saya mengenai jenis-jenis asuransi yang sering ditanyakan orang. Misalnya asuransi yang menanggung rawat jalan, rawat gigi, persalinan, pendidikan, dan pensiun. Semua hal itu, menurut saya, tidak memerlukan asuransi dan sebaiknya dipersiapkan dengan cara lain. Mengapa?

Alasannya dapat disimpulkan dalam empat kalimat:

  1. Untuk hal-hal yang dampak keuangannya masih sanggup kita tanggung, kita tidak memerlukan asuransi.
  2. Untuk hal-hal yang bukan musibah, jelas bukan ranahnya asuransi.
  3. Untuk hal-hal yang waktunya dapat diketahui, solusinya bukan asuransi.
  4. Untuk asuransi yang preminya sangat mahal, mendingan tidak usah kita beli.

 Rawat Jalan dan Rawat Gigi

Kenapa rawat jalan dan rawat gigi tidak perlu pakai asuransi?

  1. Biayanya tidak besar, mulai puluhan sampai ratusan ribu saja. Bahkan beberapa penyakit ringan tidak diobati pun sembuh sendiri.
  2. Rate preminya mahal sekali, sekitar 1 per 2 (untuk maksimum manfaat sebesar 2 juta, preminya 1 juta setahun).

Saran:

  1. Siapkan dana darurat.
  2. Bisa pakai BPJS Kesehatan. Premi sangat murah. 25 ribu sd 59,5 ribu per bulan.

Baca juga: Perlukah Memiliki Asuransi Rawat Jalan?

Persalinan/Melahirkan

Kenapa persalinan tidak perlu pakai asuransi?

  1. Melahirkan anak bukan musibah.
  2. Melahirkan anak tidak terjadi secara tiba-tiba. Waktunya dapat diketahui dan diperkirakan.
  3. Kalau melahirkan di bidan, biayanya tidak besar. Melahirkan di rumah sakit pun tidak terlalu mahal. Kalaupun harus operasi cesar biayanya masih dapat diukur.
  4. Rate preminya mahal sekali, juga sekitar 1 per 2 (untuk maksimum manfaat sebesar 10 juta, preminya 5 juta setahun).

Saran:

  1. Menabunglah sejak awal kehamilan atau lebih awal lagi.
  2. Bisa dibantu dengan BPJS Kesehatan.

Pendidikan Anak

Dana pendidikan harus dipersiapkan, tapi sebaiknya bukan lewat asuransi. Kenapa?

  1. Bersekolah bukan musibah.
  2. Waktunya dapat diperkirakan dan direncanakan, tidak terjadi secara tiba-tiba, jadi setiap orangtua akan memiliki waktu untuk mempersiapkannya.
  3. Dana pendidikan bisa sangat besar. Tak ada asuransi yang sanggup menanggung semuanya, kecuali preminya juga besar sekali.
  4. Persiapan biaya pendidikan bukan ranah asuransi, tapi investasi.

Saran:

  1. Berinvestasilah sedini mungkin. Menabung saja tidak akan cukup karena ada faktor inflasi.
  2. Jika sejumlah dana telah terkumpul, alihkan pada aset-aset yang nilainya tidak tergerus oleh inflasi. Contoh: emas, perak, tanah, rumah, ruko.
  3. Pada saat yang sama, orangtua harus memiliki asuransi jiwa dengan uang pertanggungan yang cukup seandainya terjadi risiko yang tidak diinginkan di tengah perjalanan, terutama meninggal dunia, cacat tetap, dan penyakit kritis. Tiga risiko ini dapat menggagalkan pendidikan anak anda.

Baca juga: Asuransi Pendidikan vs Asuransi Jiwa

Pensiun

Seperti halnya dana pendidikan, dana pensiun pun harus dipersiapkan, tapi sebaiknya bukan lewat asuransi. Kenapa?

  1. Pensiun bukan musibah.
  2. Waktunya dapat diperkirakan dan direncanakan, tidak terjadi secara tiba-tiba, jadi setiap orang mestinya punya cukup waktu untuk mempersiapkannya.
  3. Dana yang dibutuhkan untuk bisa pensiun akan sangat besar. Tak ada asuransi yang sanggup menanggung semuanya, kecuali preminya juga besar sekali.
  4. Persiapan dana pensiun bukan ranah asuransi, tapi investasi.

Saran:

  1. Berinvestasilah sedini mungkin. Menabung saja tidak akan cukup karena ada faktor inflasi.
  2. Jika sejumlah dana telah terkumpul, alihkan pada aset-aset yang nilainya tidak tergerus oleh inflasi. Contoh: Emas, perak, tanah, rumah, ruko.
  3. Pada saat yang sama, kita harus memiliki asuransi jiwa dengan uang pertanggungan yang cukup seandainya terjadi risiko yang tidak diinginkan di tengah perjalanan, terutama proteksi cacat tetap dan penyakit kritis. Dua risiko ini dapat membatalkan rencana pensiun anda.

Salam,

JOhan| 0818 654 456 (Mobile & Whatsapp) 5178D3DF (Blackberry Messenger)