Julia Perez Jual Mobil Dan Rumah Demi Berobat

Siapa yang tidak kenal Julia Perez? Artis seksi yang melantunkan lagu Aku Rapopo dan pernah dekat dengan Gaston Castano, pesepakbola IPL asal Argentina. Kurang lebih dalam seminggu kemarin banyak berita yang beredar di infotainment, media sosial, dan situs-situs berita tentang Jupe (panggilan akrab Julia Perez) yang menderita sakit. Sampai saat ini sakit yang diderita oleh Jupe itu rupanya tidak kunjung sembuh. Bahkan Jupe masih harus menjalankan pengobatan di luar negeri.

Jupe mengatakan harus melakukan pengobatan di negeri Kangguru Australia selama 6 bulan. Proses pengobatan yang lama membuat Jupe menjual rumah dan mobilnya demi mengobati sakitnya tersebut.

Ditanya total biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan di Australia, Jupe enggan menjawab.

“Saya enggak bisa bilang. Dan ternyata memang mahal pengobatannya di Australia, cuma ora popo, yang penting aku sehat,” tuturnya. (sumber)

Penulis tidak berani menduga-duga jenis penyakit yang diderita oleh Jupe. Tapi kalau dilihat dari berita diatas, bahwa Jupe sampai harus menjual mobil dan rumahnya untuk biaya berobat, kemungkinan Jupe menderita sakit yang termasuk kedalam penyakit kritis. Kenapa demikian? Karena menurut penulis hanya penyakit-penyakit yang termasuk kedalam penyakit kritis sajalah yang memerlukan biaya sangat mahal. Sebagai contoh penyakit kanker yang diderita oleh suami Celine Dion, sampai-sampai Celine Dion mesti menjual rumahnya (baca disini).

Saya berharap dengan adanya kisah-kisah seperti Jupe ini atau Celine Dion, bisa menambah pemahaman Anda betapa pentingnya asuransi sakit kritis.

Salam,

JOhan|  0818 654 456 (Mobile & Whatsapp)5178D3DF (Blackberry Messenger)

Advertisements

Cara Menentukan Uang Pertanggungan Yang Ideal

“Mas, gimana sih cara nentuin besaran UP?”

Pertanyaan diatas adalah pertanyaan yang sangat sering di tanyakan oleh calon nasabah saya. Mereka mau punya produk seperti TAPRO, tapi mereka gak tau berapa UP yang tepat untuk mereka dan keluarga. Untuk itu, saya mendapatkan bocoran rumusan untuk menentukan besaran UP ketika saya mengikuti training mingguan di agency saya.

Let’s say untuk saat ini biaya hidup yang dibutuhkan selama sebulan sebesar 10 juta untuk sekeluarga. Biaya tersebut di pakai untuk kebutuhan makan, bayar uang sekolah anak, bayar KPR rumah, bayar listrik, bayar cicilan kendaraan, untuk jalan-jalan, dan untuk di tabung. Dengan pengeluaran sebulan sebesar 10 juta tersebut, maka untuk menentukan UP yang akan digunakan oleh keluarga ketika pencari nafkah tidak bisa lagi bekerja karena terkena sakit kritis atau meninggal dunia adalah sebagai berikut:

(Biaya hidup sebulan x 200) –> 10.000.000 x 200 = 2.000.000.000

Dari itungan diatas, UP yang ideal adalah sebesar 2 Miliar. Dan biasanya setelah saya sebutkan angka 2 Miliar tersebut, muncul pertanyaan berikutnya.

“Apa UP segitu ga kegedean mas?”. “Kalau misalnya dapet UP segitu, trus kita pake buat bayar hidup selama sebulan gitu? Klo kayak gitu nanti lama-lama uangnya bakalan abis donk mas..”

Bagaimana menurut Anda? Apakah angka tersebut terlalu besar? Apakah uang tersebut akan dipakai langsung untuk biaya hidup selama sebulan? Mari kita simak penjelasannya sebagai berikut..

Setelah keluarga mendapatkan UP sebesar 2 Miliar, maka uang 2 Miliar tersebut bisa digunakan untuk biaya kehidupan sehari-hari. Namun uang tersebut jangan langsung digunakan untuk biaya hidup selama sebulan. Akan lebih baik jika uang 2 Miliar tersebut sebagian digunakan sebagai modal untuk berdagang. Karena perlu diingat bahwa 9 dari 10 pintu rejeki itu adalah berdagang. Jadi apapun jenis usaha kita, selama kita tekun dan konsisten, lambat laun biaya bulanan yang diawal tadi bisa tercapai.

Jika Anda ingin dibuatkan ilustrasi dengan manfaat dan uang pertanggungan yang berbeda silakan klik Permohonan Ilustrasi Asuransi, atau mengirimkan profil Anda seperti:

  1. Nama lengkap (sesuai KTP)
  2. Tanggal lahir
  3. Jenis kelamin
  4. Merokok/tidak merokok
  5. Bekerja didalam/luar ruangan
  6. Alamat email
  7. No HP

ke alamat email melindungipenghasilan@gmail.com atau bisa dikirimkan melalui whatsapp atau BBM di nomer dibawah.

Salam,

JOhan|  0818 654 456 (Mobile & Whatsapp)5178D3DF (Blackberry Messenger)

Ada 5 Penumpang MH370 Tercover Asuransi Allianz

Beberapa hari belakangan ini berita di TV, internet bahkan di koran di ramaikan oleh berita mengenai hilangnya sebuah pesawat milik Malaysia Airlines. Pesawat Boeing 777-200 milik maskapai Malaysia Airlines tersebut hilang kontak ketika mengudara dari Kuala Lumpur menuju Beijin – China pada hari Sabtu (8/3), pukul 02.40 waktu setempat. Terdapat 239 orang penumpang, termasuk 2 balita yang berada di dalam pesawat tersebut.

Dari 239 penumpang tersebut, menurut informasi yang penulis dapatkan dari detik.com, bahwa ada 5 penumpang yang tercover oleh Asuransi Allianz. 

Dari informasi yang penulis kutip dari situs berita detik.com bahwa 4 penumpang merupakan warga negara Malaysia dan yang ke-5 merupakan siswa yang berkewarganegaraan China. 

“Empat dari mereka mempunyai polis asuransi jiwa dan satu lagi asuransi kecelakaan,” ungkap CEO Allianz Malaysia, Jens Reisch seperti dikutip TheStar, Rabu (12/3/2014).

Namun Reisch tidak menyebutkan penumpang mana saja yang tercover asuransi tersebut. Termasuk besaran klaim yang didapatkan pemegang polis itu.

SUMBER

Well, apakah Anda termasuk yang suka bepergian? Apakah Anda sudah memiliki asuransi jiwa & kecelakaan dengan premi yang murah tapi memberikan manfaat yang besar?

Jika Anda ingin informasi mengenai asuransi jiwa dari Allianz, silakan menghubungi penulis pada kontak dibawah.

Salam,

JOhan|  0818 654 456 (Mobile & Whatsapp)5178D3DF (Blackberry Messenger)

Kenapa TAPRO?

Banyak dari calon nasabah saya bertanya kenapa sih kebanyakan agen Allianz lebih sering menawarkan produk asuransi TAPRO (asuransi jiwa, asuransi sakit kritis, cacat tetap dan kecelakaan) di bandingkan asuransi kesehatan?

Kalau saya pribadi memiliki 2 alasan kenapa saya hanya menawarkan produk asuransi TAPRO di bandingkan asuransi kesehatan

Pertama, resiko dalam hidup ini yang jika sudah terjadi dan mengakibatkan kerugian finansial terbesar adalah sakit kritis, cacat tetap permanen, kecelakaan, dan meninggal dunia. Misalnya jika seseorang sudah terkena sakit stroke yang merupakan salah satu dari 49 sakit kritis yang di cover oleh Allianz, pasti akan membutuhkan biaya pengobatan & perawatan yang sangat besar. Biayanya bisa mencapai 500 juta – 1 Miliar rupiah. Belum lagi jika ternyata sakitnya tersebut menyebabkan pasien tidak bisa bekerja lagi. Begitu pula jika seseorang mengalami kecelakaan yang mengakibatkan orang tersebut cacat atau meninggal dunia atau bahkan cacat tetap permanen, hal ini akan mengakibatkan orang tersebut kehilangan pekerjaan dan keluarga yang selama ini menjadi tanggungannya akan mengalami kesulitan finansial. Jika seseorang memiliki asuransi TAPRO dari Allianz, maka kesulitan finansial tersebut akan terbantukan. Apalagi sangat jarang perusahaan-perusahaan yang memberikan asuransi jiwa, sakit kritis, cacat tetap permanen dan kecelakaan kepada para karyawannya.

Alasan yang kedua adalah karena Allianz menawarkan produk asuransi jiwa dengan rider sakit kritis, cacat tetap permanen dan kecelakaan dengan harga yang relative lebih murah di bandingkan dengan perusahaan asuransi lainnya. Hal ini menyebabkan produk asuransi TAPRO menjadi produk unggulan dari Allianz.

Dari alasan diatas bisa di tarik kesimpulan bahwa Allianz menjual produk yang sangat dibutuhkan oleh sebagian besar orang dengan harga yang relative murah dan manfaat yang besar. Selain itu sangat jarang perusahaan-perusahaan yang memberikan asuransi jiwa, sakit kritis, cacat tetap permanen dan kecelakaan kepada para karyawannya. Kalaupun ada mungkin uang pertanggungan (uang santunan) yang diberikan tidak sebesar yang di tawarkan oleh Allianz. Sementara sebagian besar perusahaan-perusahaan memberikan asuransi kesehatan atau jamsostek kepada karyawannya. Namun bukan berarti saya tidak menjual asuransi kesehatan loh ya. Namun saya tetap akan mengarahkan mereka untuk memiliki asuransi TAPRO karena alasan-alasan yang sudah saya sebutkan diatas.. 🙂

Salam,

JOhan | 0818 654 456 (Mobile & Whatsapp) | 5178D3DF (Blackberry Messenger)