Inilah Daftar Penyakit dengan Biaya Mahal versi Kemenkes Tahun 2012

Artikel ini saya ambil dari sebuah situs berita dengan tujuan supaya para pembaca bisa kembali memahami betapa pentingnya menjaga kesehatan agar bisa terhindar dari penyakit-penyakit yang bisa menimbulkan masalah finansial. Beberapa penyakit dibawah ini sudah tercover dalam CI100, manfaat tambahan yang ada di dalam TAPRO.

Mahalnya biaya rumah sakit seharusnya membuat seseorang semakin sadar untuk mencegah suatu penyakit. Namun ada beberapa penyakit yang ternyata membutuhkan biaya yang tinggi.

Hal itu diungkapkan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dalam pembukaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2013 di Jakarta, Selasa (19/3/2013).

Untuk mengendalikan penyakit tersebut, Nafsiah berharap kepada para dokter di kota maupun daerah untuk terus meneliti penyebab dan cara pencegahan yang efektif

Daftar penyakit yang disebutkan ini diurutkan dari yang paling mahal menurut data Kementrian Kesehatan tahun 2012 yang dihitung dari total rawat jalan dan rawat inap selama tahun 2012, yaitu sebagai berikut: Baca selengkapnya…

Advertisements

Julia Perez Jual Mobil Dan Rumah Demi Berobat

Siapa yang tidak kenal Julia Perez? Artis seksi yang melantunkan lagu Aku Rapopo dan pernah dekat dengan Gaston Castano, pesepakbola IPL asal Argentina. Kurang lebih dalam seminggu kemarin banyak berita yang beredar di infotainment, media sosial, dan situs-situs berita tentang Jupe (panggilan akrab Julia Perez) yang menderita sakit. Sampai saat ini sakit yang diderita oleh Jupe itu rupanya tidak kunjung sembuh. Bahkan Jupe masih harus menjalankan pengobatan di luar negeri.

Jupe mengatakan harus melakukan pengobatan di negeri Kangguru Australia selama 6 bulan. Proses pengobatan yang lama membuat Jupe menjual rumah dan mobilnya demi mengobati sakitnya tersebut.

Ditanya total biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan di Australia, Jupe enggan menjawab.

“Saya enggak bisa bilang. Dan ternyata memang mahal pengobatannya di Australia, cuma ora popo, yang penting aku sehat,” tuturnya. (sumber)

Penulis tidak berani menduga-duga jenis penyakit yang diderita oleh Jupe. Tapi kalau dilihat dari berita diatas, bahwa Jupe sampai harus menjual mobil dan rumahnya untuk biaya berobat, kemungkinan Jupe menderita sakit yang termasuk kedalam penyakit kritis. Kenapa demikian? Karena menurut penulis hanya penyakit-penyakit yang termasuk kedalam penyakit kritis sajalah yang memerlukan biaya sangat mahal. Sebagai contoh penyakit kanker yang diderita oleh suami Celine Dion, sampai-sampai Celine Dion mesti menjual rumahnya (baca disini).

Saya berharap dengan adanya kisah-kisah seperti Jupe ini atau Celine Dion, bisa menambah pemahaman Anda betapa pentingnya asuransi sakit kritis.

Salam,

JOhan|  0818 654 456 (Mobile & Whatsapp)5178D3DF (Blackberry Messenger)

Kantong Kering Karena Obati Sakit Kanker

Artikel ini saya posting untuk (sekali lagi) memberikan pemahaman dan pengetahuan betapa pentingnya memiliki uang pertanggungan CI100 dikarenakan biaya berobat sakit kanker sangatlah mahal.

Jakarta, Kanker sebagai penyakit erat kaitannya dengan ‘kanker’ sebagai anekdot yang merupakan kependekan dari ‘kantong kering’. Bahkan menurut seorang dokter, andai bisa memilih maka sebaiknya tidak usah kena kanker kalau belum punya mobil Ferrari. Sebenarnya, seberapa mahal sih biaya pengobatan kanker?

“Kanker itu penyakit yang sangat mahal. Kanker paru misalnya, untuk sampai ke diagnosis saja sudah bisa habis Rp 10-15 juta,” kata dr Ahmad Hudoyo, SpP(KP), FCCP dari RS Persahabatan dalam seminar Hidup dalam Lingkungan Sehat dengan Tidak Merokok di Klub Kelapa Gading, seperti ditulis Rabu (27/6/2012).

Biaya sebesar itu masih akan membengkak ketika harus menjalani kemoterapi. Sebagaimana dicontohkan dr Hudoyo, sekali kemoterapi untuk kanker paru rata-rata menghabiskan Rp 15 juta padahal harus dilakukan sebanyak 6 kali dengan jeda masing-masing 1 bulan dan tidak boleh terputus.

Saking mahalnya, biaya pengobatan paru sampai pada tahap tersebut oleh dr Hudoyo diibaratkan seperti kehilangan sebuah mobil Toyota Avanza atau sekelasnya. Gambaran biaya sebesar itu tentunya sudah ditambah dengan pengeluaran-pengeluaran lain, termasuk kerugian akibat berbulan-bulan tidak bisa bekerja.

“Sampai benar-benar sembuh itu sangat mahal, dan itu pun belum tentu bisa sembuh. Ibaratnya kalau bisa memilih, mending tidak kena kanker kalau belum mampu beli mobil Ferrari,” tambah dr Hudoyo.

Mahalnya biaya pengobatan kanker dirasakan sendiri oleh Albert Charles Sompie (53 tahun), mantan atlet softball yang pernah menjalani operasi kanker paru dan kanker usus sekaligus. Laki-laki berkumis yang biasa dipanggil Berthie ini mengaku harus merogoh koceknya sekitar Rp 500 juta hanya untuk biaya operasi dan pengobatan saja.

Berthie yang kehilangan setengah dari paru-paru kanan dan hampir dua pertiga usus besarnya karena dimakan kanker tersebut mengaku prihatin membayangkan pasien kanker yang kondisi ekonominya tergolong menegah. Artinya kalau miskin sekalian, mungkin masih akan ditanggung negara, tapi kalau tidak miskin tapi juga tidak kaya maka akan tejadi hitung-hitungan yang sangat rumit dan dilematis.

“Kalau cuma jual mobil saya pikir masih bisa lah. Tapi kalau sampai jual rumah, ada nasib keluarga yang harus diperhitungkan di situ. Akhirnya banyak yang dihadapkan pada pilihan pahit, pasrah lalu menghentikan pengobatan,” kata mantan perokok berat yang kini mati-matian berjuang mengkampanyekan anti rokok tersebut.

Berthie juga membandingkan, biaya yang dihabiskan oleh para perokok untuk membeli rokok kalau dikumpulkan bisa jadi tabungan kalau suatu saat kena kanker. Memang tidak semua perokok kena kanker dan sebaliknya tidak semua yang tidak merokok akan bebas dari kanker, namun tetap saja Berthie menilai kebiasaan merokok adalah pemborosan yang sangat tidak bijak.

SUMBER

Salam,

JOhan|  0818 654 456 (Mobile & Whatsapp)5178D3DF (Blackberry Messenger)

Rumah Mewah Celine Dion Dijual Demi Pengobatan Kanker Suami Tercinta

celine_dion_dan_Rene AngelilPenyanyi kenamaan dunia, Celine Dion, baru-baru ini memasarkan rumahnya kepada pasar properti di Amerika. Kesulitan ekonomi yang sedang membelitnya, membuat pengisi soundtrack film Titanic ini menawarkan diskon besar pagi para pembelinya. Tidak tanggung-tanggung, diskon sebesar 10 juta dollar AS atau setara dengan Rp 117 miliar diberikan kepada calon pembeli rumah tersebut.

Bukan tanpa alasan penyanyi cantik ini menjual rumah mewahnya tersebut. Penyakit kanker tenggorokan yang sedang diderita suaminya, Rene Angelil, membuat mereka terpaksa menjual salah satu aset berharganya tersebut.

Harga rumah ini terbilang masih sangat mahal dan mungkin hanya dapat dibeli oleh para konglomerat. Rumah seluar 23,7 hektare bergaya Bahama tersebut dipasarkan dengan harga Rp 72,5 juta dollar AS atau setara dengan Rp 848 miliar.

Rumah milik penyanyi kenamaan ini memiliki 5 buah kamar tidur, 5 kamar mandi, ruang tamu resmi dengan desain langit-langit berkubah tinggi, ruang media dan sebuah teras depan. Kamar tidur utamanya bahkan memiliki beberapa fasilitas mewah khas diva dunia.

Misalnya saja seperti lemari pakaian dan sepatu di rumah ini yang dapat berputar secara otomatis. Hal ini dibuat demikian guna memudahkan pelantun My Heart Will Go On ini memilah-milih pakaian dan sepatu yang akan dipakainya.

Selain area indoor yang menggoda, rumah Celine Dion ini juga dilengkapi dengan waterpark, kolam renang hingga fasilitas olahraga tenis dan driving-range. Dengan sejumlah kelebihannya ini tidak heran jika rumah ini dijual dengan harga yang terbilang sangat mahal.

Cerita diatas kembali mengingatkan kita betapa pentingnya asuransi sakit kritis. Karena salah satu fungsi dari asuransi sakit kritis adalah melindungi aset kita. Untuk mengetahui fungsi-fungsi yang lain dari asuransi sakit kritis, bisa dilihat disini.

Satu hal yang perlu diingat bahwa asuransi tidak akan membuat kita jatuh miskin. Tapi tidak sedikit orang yang jatuh miskin karena tidak memiliki asuransi. Seandainya suami Celine Dion memiliki asuransi yang memberikan UP sebesar nilai asetnya, mungkin kejadian dari cerita diatas bisa dihindari.

SUMBER

Salam,

JOhan|  0818 654 456 (Mobile & Whatsapp)5178D3DF (Blackberry Messenger)

Sudah Dicover Asuransi Kesehatan Sesuai Tagihan, Masih Perlukah Asuransi Sakit Kritis?

Sekarang ini banyak program asuransi kesehatan yang membayar biaya pengobatan sesuai tagihan rumah sakit. Sejak Agustus 2014 lalu, Allianz telah diluncurkan produk SmartMed Premier, suatu program asuransi kesehatan yang membayar klaim sesuai tagihan dengan limit tahunan 6 miliar. Artinya, berapa pun biaya yang ditagihkan rumah sakit akan dibayar sepenuhnya oleh Allianz, selama tidak melebihi 6 miliar. Penjelasan lebih lengkap tentang SmarMed Premier silakan lihat disini.

Pertanyaannya, jika kita sudah memiliki produk askes yang membayar klaim sesuai tagihan semacam itu, apakah kita masih perlu mengambil asuransi penyakit kritis?

Jawabannya adalah PERLU.

Mengapa? Baca selengkapnya…

Cara Menentukan Uang Pertanggungan Yang Ideal

“Mas, gimana sih cara nentuin besaran UP?”

Pertanyaan diatas adalah pertanyaan yang sangat sering di tanyakan oleh calon nasabah saya. Mereka mau punya produk seperti TAPRO, tapi mereka gak tau berapa UP yang tepat untuk mereka dan keluarga. Untuk itu, saya mendapatkan bocoran rumusan untuk menentukan besaran UP ketika saya mengikuti training mingguan di agency saya.

Let’s say untuk saat ini biaya hidup yang dibutuhkan selama sebulan sebesar 10 juta untuk sekeluarga. Biaya tersebut di pakai untuk kebutuhan makan, bayar uang sekolah anak, bayar KPR rumah, bayar listrik, bayar cicilan kendaraan, untuk jalan-jalan, dan untuk di tabung. Dengan pengeluaran sebulan sebesar 10 juta tersebut, maka untuk menentukan UP yang akan digunakan oleh keluarga ketika pencari nafkah tidak bisa lagi bekerja karena terkena sakit kritis atau meninggal dunia adalah sebagai berikut:

(Biaya hidup sebulan x 200) –> 10.000.000 x 200 = 2.000.000.000

Dari itungan diatas, UP yang ideal adalah sebesar 2 Miliar. Dan biasanya setelah saya sebutkan angka 2 Miliar tersebut, muncul pertanyaan berikutnya.

“Apa UP segitu ga kegedean mas?”. “Kalau misalnya dapet UP segitu, trus kita pake buat bayar hidup selama sebulan gitu? Klo kayak gitu nanti lama-lama uangnya bakalan abis donk mas..”

Bagaimana menurut Anda? Apakah angka tersebut terlalu besar? Apakah uang tersebut akan dipakai langsung untuk biaya hidup selama sebulan? Mari kita simak penjelasannya sebagai berikut..

Setelah keluarga mendapatkan UP sebesar 2 Miliar, maka uang 2 Miliar tersebut bisa digunakan untuk biaya kehidupan sehari-hari. Namun uang tersebut jangan langsung digunakan untuk biaya hidup selama sebulan. Akan lebih baik jika uang 2 Miliar tersebut sebagian digunakan sebagai modal untuk berdagang. Karena perlu diingat bahwa 9 dari 10 pintu rejeki itu adalah berdagang. Jadi apapun jenis usaha kita, selama kita tekun dan konsisten, lambat laun biaya bulanan yang diawal tadi bisa tercapai.

Jika Anda ingin dibuatkan ilustrasi dengan manfaat dan uang pertanggungan yang berbeda silakan klik Permohonan Ilustrasi Asuransi, atau mengirimkan profil Anda seperti:

  1. Nama lengkap (sesuai KTP)
  2. Tanggal lahir
  3. Jenis kelamin
  4. Merokok/tidak merokok
  5. Bekerja didalam/luar ruangan
  6. Alamat email
  7. No HP

ke alamat email melindungipenghasilan@gmail.com atau bisa dikirimkan melalui whatsapp atau BBM di nomer dibawah.

Salam,

JOhan|  0818 654 456 (Mobile & Whatsapp)5178D3DF (Blackberry Messenger)

Allianz Membayarkan Klaim Sakit Kritis

Kisah ini saya ambil dari salah satu agen Allianz yang bernama Ibu Iin yang kebetulan termasuk kedalam kelompok saya yaitu Allianz Star Network (ASN) cabang Serpong.

Ibu Iin memiliki nasabah yang membeli produk TAPRO, dengan manfaat dasar (UP 50 Juta) dan manfaat tambahan seperti CI+ (UP 40 Juta), TPD, ADDB dan Payor Benefit  pada tahun 2008. Premi yang nasabah setorkan setiap bulan sebesar 300 ribu. Nasabah tersebut sempat cuti premi dan polisnya hampir lapse. Namun beberapa bulan yang lalu nasabah tersebut aktif lagi menyetorkan preminya. Lalu pada tanggal 9 Mei 2014 musibah menimpa nasabah tersebut. Dia terkena Stroke Hemogarik dan mengajukan klaim ke Allianz pada tanggal 18 Mei 2014. Bukti MRI pada tanggal 10 Mei 2014 memberikan kesan nasabah tersebut mengalami pendarahan akut dilobus temporal kanan dan lobus occipital kiri dengan edema perifokal disertai pendarahan subarachnoid infark subakut di corona radiata kanan.

Setelah 6 minggu lebih dia periksa fisik dan isi data oleh dokter. Yang ada kesan fungsi anggota kiri hanya 4+ sedangkan menurut Allianz indikasi sembuh itu 5. Dan keputusan perihal pengajuan klaimnya baru disetujui tanggal 25 Juli 2014 pagi. Alhamdulillah nasabah tersebut mendapatkan semua UP yang sudah disepakati antara tertanggung (nasabah) dengan penanggung (Allianz) yang tertulis di dalam polis sebesar 40 juta rupiah. Selain itu, nasabah tersebut juga dibebaskan pembayaran preminya (premi dibayarkan oleh Allianz) sampai yang bersangkutan berusia 65 tahun. Hal ini karena nasabah tersebut juga membeli rider Payor Benefit. Saat kejadian nasabah tersebut berusia 53 tahun.

Untuk kesekian kalinya Allianz membuktikan komitmennya dalam membayarkan klaim nasabahnya. Dibawah ini surat persetujuan klaim yang dimaksud, yang saya peroleh dari Bu Iin langsung:

Nasabah Bu Iin ASN Serpong

 

Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah diatas adalah bahwa semua manusia yang hidup pasti memiliki resiko baik itu terkena sakit kritis, kecelakaan, cacat tetap total atau meninggal dunia. Dan kita tidak pernah tahu atau memprediksi kapan resiko itu akan datang menghampiri kita. Pertanyaannya adalah, apakah kita sudah mempersiapkan segala sesuatu terutama dalam hal finansial jika resiko itu datang? Apakah secara finansial kita sudah siap untuk membayar biaya penyembuhan jika kita terkena sakit kritis seperti sakit stroke misalnya? Atau, apakah kita sudah memberikan warisan yang cukup secara finansial kepada ahli waris kita jika kita harus meninggalkan mereka selamanya? Hanya Anda yang bisa menjawabnya. Namun jika Anda ingin memiliki produk TAPRO untuk membantu masalah finansial Anda jika resiko tersebut datang, silakan Anda menghubungi saya.

Untuk bukti klaim yang lainnya silakan klik disini.

Salam,

JOhan|  0818 654 456 (Mobile & Whatsapp)5178D3DF (Blackberry Messenger)