TAPRO Sebagai Proteksi Penghasilan

proteksi-pendapatanApa sih yang dimaksud dengan TAPRO sebagai proteksi penghasilan?

TAPRO sebagai proteksi penghasilan definisinya adalah melindungi seseorang atau keluarga dari resiko finansial yang buruk jika sumber penghasilan/pencari nafkah (biasanya seorang ayah) tidak bisa lagi mencari nafkah karena sakit kritis, cacat tetap permanen, kecelakaan atau meninggal dunia. Bagaimana caranya TAPRO melindungi seseorang dari resiko finansial yang buruk? Apakah TAPRO bisa melindungi seseorang dari sakit kritis, cacat tetap permanen, kecelakaan atau meninggal dunia? Mari kita simak penjelasannya berikut ini.. Baca selengkapnya…

Advertisements

Cara Menentukan Uang Pertanggungan Yang Ideal

“Mas, gimana sih cara nentuin besaran UP?”

Pertanyaan diatas adalah pertanyaan yang sangat sering di tanyakan oleh calon nasabah saya. Mereka mau punya produk seperti TAPRO, tapi mereka gak tau berapa UP yang tepat untuk mereka dan keluarga. Untuk itu, saya mendapatkan bocoran rumusan untuk menentukan besaran UP ketika saya mengikuti training mingguan di agency saya.

Let’s say untuk saat ini biaya hidup yang dibutuhkan selama sebulan sebesar 10 juta untuk sekeluarga. Biaya tersebut di pakai untuk kebutuhan makan, bayar uang sekolah anak, bayar KPR rumah, bayar listrik, bayar cicilan kendaraan, untuk jalan-jalan, dan untuk di tabung. Dengan pengeluaran sebulan sebesar 10 juta tersebut, maka untuk menentukan UP yang akan digunakan oleh keluarga ketika pencari nafkah tidak bisa lagi bekerja karena terkena sakit kritis atau meninggal dunia adalah sebagai berikut:

(Biaya hidup sebulan x 200) –> 10.000.000 x 200 = 2.000.000.000

Dari itungan diatas, UP yang ideal adalah sebesar 2 Miliar. Dan biasanya setelah saya sebutkan angka 2 Miliar tersebut, muncul pertanyaan berikutnya.

“Apa UP segitu ga kegedean mas?”. “Kalau misalnya dapet UP segitu, trus kita pake buat bayar hidup selama sebulan gitu? Klo kayak gitu nanti lama-lama uangnya bakalan abis donk mas..”

Bagaimana menurut Anda? Apakah angka tersebut terlalu besar? Apakah uang tersebut akan dipakai langsung untuk biaya hidup selama sebulan? Mari kita simak penjelasannya sebagai berikut..

Setelah keluarga mendapatkan UP sebesar 2 Miliar, maka uang 2 Miliar tersebut bisa digunakan untuk biaya kehidupan sehari-hari. Namun uang tersebut jangan langsung digunakan untuk biaya hidup selama sebulan. Akan lebih baik jika uang 2 Miliar tersebut sebagian digunakan sebagai modal untuk berdagang. Karena perlu diingat bahwa 9 dari 10 pintu rejeki itu adalah berdagang. Jadi apapun jenis usaha kita, selama kita tekun dan konsisten, lambat laun biaya bulanan yang diawal tadi bisa tercapai.

Jika Anda ingin dibuatkan ilustrasi dengan manfaat dan uang pertanggungan yang berbeda silakan klik Permohonan Ilustrasi Asuransi, atau mengirimkan profil Anda seperti:

  1. Nama lengkap (sesuai KTP)
  2. Tanggal lahir
  3. Jenis kelamin
  4. Merokok/tidak merokok
  5. Bekerja didalam/luar ruangan
  6. Alamat email
  7. No HP

ke alamat email melindungipenghasilan@gmail.com atau bisa dikirimkan melalui whatsapp atau BBM di nomer dibawah.

Salam,

JOhan|  0818 654 456 (Mobile & Whatsapp)5178D3DF (Blackberry Messenger)

Asuransi Kesehatan dari Allianz Sesuai Tagihan dengan Limit Tahunan 6 Miliar

smartmed-premier-gambar1Pada bulan Agustus 2014, Allianz meluncurkan produk asuransi kesehatan (askes) baru dengan nama SmartMed Premier. Kelebihan produk ini jika di bandingkan dengan produk askes yang sebelumnya sudah dimiliki oleh Allianz misalnya menanggung biaya rumah sakit sesuai tagihan, dengan limit tahunan sebesar 6 miliar, serta keunggulan yang lainnya. Askes berkategori premium ini dapat digunakan di seluruh dunia, dengan fasilitas kartu cashless khusus di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Baca selengkapnya…

Awas Maut… Ini Serangan Jantung, Bukan Masuk Angin!

Pada produk TAPRO Syariah (Allisya Protection Plus), gejala-gejala yang dialami oleh jurnalis Kompas, M. Latief (38 tahun) ini termasuk dalam kategori Serangan Jantung Pertama yang dicover oleh CI+ atau CI100. Mari kita simak kisah dari M. Latief ketika merasakan gejala-gejala serangan jantung dan kesigapannya untuk segera ke rumah sakit yang menyelamatkan hidupnya.

KOMPAS.com — Banyak orang mengenal serangan jantung seperti yang digambarkan dalam film atau sinetron, yakni mata mendelik, dada sesak, dan tangan memegangi dada ketika pingsan. Padahal, adakalanya rasa sakit tidak mengikuti pola tertentu, bahkan tanpa diikuti rasa nyeri dada. Simak kisah serangan jantung seperti yang dialami M Latief (38). Jurnalis yang memiliki hobi naik gunung ini mengalami serangan jantung ringan dengan gejala mirip masuk angin. Inilah pengalamannya.

Serasa baru selesai joging jarak jauh, keringat seketika mengucur deras dari kening, leher, dan sebagian badan saya. Anehnya, itu keringat dingin, bukan hangat. Dingin sekali.

Sedetik keringat menderas, tiba-tiba dada juga terasa sesak, diikuti tengkuk hingga bahu yang menegang. Fun City, tempat permainan anak Margo City, Depok, tempat saya berdiri itu, seperti pelan-pelan menyempit, mengimpit. Baca selengkapnya…

All About Penulis

Pada posting kali ini ijinkan saya selaku pemilik blog ini memperkenalkan diri. Nama saya Tutupolij Johan Ferdian yang biasanya cukup di panggil JOhan saja. 🙂 Saat ini saya masih aktif bekerja sebagai IT Business Analyst di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang Konsultan IT.

Namun, atas dasar keinginan kuat untuk membantu sesama dalam memberikan solusi dalam merencakan keuangannya dan keluarga agar tidak habis di saat mereka sakit atau meinggal dunia, pada bulan Juni saya bergabung dengan ALLIANZ dan lulus ujian sertifikasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).

Jika diantara teman-teman pembaca yang bertempat tinggal di daerah Pondok Benda, Pamulang 2, Bintaro, Pondok Aren, Pondok Betung, BSD, Ciputat, Lebak Bulus, Kebayoran Lama, Tanah Kusir, Pondok Indah, Ciledug, Petukangan, Pondok Kacang, Permata Hijau, Senayan, Mega Kuningan, atau Sudirman ingin sharing atau diskusi mengenai produk TAPRO yang saya tawarkan, dengan senang hati saya akan membantu. 🙂

Berasuransilah Anda Ketika Sehat, Karena Anda Pasti Membutuhkannya Ketika Sakit

Salam,

JOhan |  0818 654 456 (Mobile & Whatsapp)  | 5178D3DF (Blackberry Messenger)