Pengalaman Pribadi, Melakukan Perencanaan Keuangan Keluarga

Melakukan perencanaan keuangan itu menurut saya adalah sesuatu yang harus dan penting untuk dilakukan oleh setiap orang, baik yang sudah menikah maupun yang masih single. Pada tulisan saya berikut ini, saya akan berbagi pengalaman bagaimana saya membuat perencanaan keuangan dalam keluarga saya sesuai dengan penghasilan yang saya terima setiap bulannya. Berikut ini list yang saya buat secara general dan berdasarkan prioritas paling tinggi: Baca selengkapnya..

4 Aspek Yang Harus Diperhatikan Dalam Memilih Asuransi Unit Link

Asuransi-Unit-Link_Gbr-Artikel-300x184Ketika anda tengah mencari asuransi, mungkin anda membutuhkan perbandingan antara satu produk asuransi dengan produk lainnya dari perusahaan yang berbeda, sebelum memutuskan mau memilih yang mana.

Artikel ini memberikan panduan mengenai cara membandingkan produk asuransi jenis unit-link. Secara umum, perbandingan produk unit-link dapat dilakukan dengan melihat 4 aspek, yaitu besaran premi dan manfaat, proyeksi nilai investasi, biaya-biaya polis, dan fitur manfaat asuransi secara detail. Baca selengkapnya..

Haruskah Menentukan Cuti Premi Pada Asuransi Unit Link?

Sudah menjadi kebiasaan bagi saya ketika membuat ilustrasi asuransi Allisya Protection Plus saya tidak pernah mematok cuti premi. Saya selalu membuatkan ilustrasi dengan asumsi tanpa cuti premi atau istilahnya asumsi bayar premi seumur hidup. Kebanyakan dari nasabah-nasabah saya memiliki polis dengan asumsi tanpa pernah cuti premi. Walaupun ada juga beberapa nasabah yang sudah mematok cuti premi setelah tahun ke-10, 15 dan 20. Lalu, kenapa saya selalu membuat ilustrasi asuransi Allisya Protection Plus dengan asumsi tanpa cuti premi (asumsi bayar premi seumur hidup)? Berikut penjelasannya.. Baca selengkapnya..

TAPRO Allisya Meluncurkan Rider Rawat Inap Allisya Hospital & Surgical Care +

Untuk memenuhi kebutuhan dari nasabah yang ingin mempunyai asuransi rawat inap, asuransi jiwa, asuransi sakit kritis, asuransi kecelakaan dan asuransi cacat tetap permanen dalam 1 polis asuransi syariah, mulai bulan Januari 2014 ini Allianz telah menambahkan rider Hospital and Surgical Care + kedalam salah satu produk andalan mereka yaitu Allisya Protection Plus (TAPRO Allisya). Mungkin nasabah Allianz yang sudah memiliki asuransi kesehatan Allisya Care sudah tidak asing dengan rider Hospital And Surgical Care + (HSC+) ini. Karena memang HSC+ yang ada di TAPRO Allisya ini adalah HSC+ yang dipindahkan dari Allisya Care namun dengan beberapa penyesuaian. Berikut ini beberapa keunggulan dan informasi lainnya untuk rider HSC+ ini.

Keunggulan Rider Hospital & Surgical Care +

HSC+ memberikan layanan asuransi kesehatan rawat inap dengan keunggulan antara lain:

  1. Perlindungan kesehatan yang komprehensif (kamar, ICU, dokter umum dan spesialis, pembedahan, obat-obatan, sebelum dan sesudah rawat inap, perawat pribadi di rumah, rawat jalan dan gigi darurat akibat kecelakaan, ambulans, kemoterapi, dialisis, dan fisioterapi).
  2. Fasilitas kartu cashless untuk perawatan di rumah sakit rekanan Allianz di seluruh Indonesia.
  3. Perlindungan 24 jam di seluruh dunia.
  4. Tersedia dalam 10 pilihan plan sesuai kebutuhan dan kemampuan nasabah.
  5. Tidak ada batasan maksimum klaim per tahun untuk rawat inap.
  6. Akad sesuai syariah dengan prinsip tolong-menolong di antara sesama peserta.

Informasi Produk Rider Hospital & Surgical Care +

Usia masuk  1 bulan sd 60 tahun (ulang tahun terdekat)
Masa pertanggungan  Sampai dengan usia peserta mencapai 70 tahun
Mata uang  Rupiah
Fasilitas pelayanan
  • Cashless (jaringan Allianz-AdMedika)
  • Reimbursement
Masa tunggu  30 hari dari tanggal disetujuinya program HSC+ (kecuali  karena kecelakaan)
Iuran Tabarru (biaya asuransi)
  • Dihitung berdasarkan usia, jenis kelamin, perokok/bukan perokok
  • Iuran Tabarru meningkat sesuai usia
  • Iuran Tabarru dipotong otomatis dari unit investasi sampai masa pertanggungan berakhir
Pilihan plan  Plan 100, 200, 350, 500, 750, 1000, 1250, 1500, dan 2000

Table Manfaat Rider Hospital & Surgical Care +

TableManfaat_HospitalSurgeryCarePlus

Jika Anda berminat untuk memiliki rider HSC+ ini, silakan menghubungi saya.

Salam,

JOhan| 0818 654 456 (Mobile & Whatsapp) | 5178D3DF (Blackberry Messenger)

Dahulukan Mana, Investasi atau Asuransi?

Yang namanya investasi memang sangat perlu sebagai salah satu langkah dalam perencanaan masa depan. Namun kita pun harus sadar bahwa dalam berinvestasi selalu ada yang namanya RESIKO. Kalau resiko seperti kerugian karena turunnya nilai investasi pasti sudah menjadi bahan pertimbangan sebelum melakukan investasi. Tapi apakah resiko seperti SAKIT KRITIS dan MENINGGAL DUNIA juga sudah menjadi pertimbangan sebelum melakukan investasi? Padahal jika 2 hal itu sudah terjadi, mungkin target keuntungan yang di setting sebelum berinvestasi tidak akan tercapai.

Misalnya kita punya impian untuk bisa memiliki uang sebanyak 1 Miliar. Untuk mencapai impian tersebut Anda menabung secara rutin sebesar 2 juta/bulan. Dengan perencanaan seperti itu berarti Anda memerlukan waktu sekitar 42 tahun untuk bisa memiliki uang sebesar 1 Miliar. 42 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Dan dalam jangka waktu 42 tahun tersebut kemungkinan terserang SAKIT KRITIS selalu ada. Apalagi dengan gaya hidup & tingkat stress yang tinggi di jaman sekarang. Baik usia muda ataupun tua beresiko terkena sakit STROKE, JANTUNG, KANKER atau GAGAL GINJAL.

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana jika seandainya baru 10 tahun menabung lalu terkena SAKIT KRITIS? Dan setelah periksa ke dokter, dokter bilang Anda harus menyiapkan dana 1 Miliar untuk biaya operasi? Apa yang akan Anda lakukan? Baca selengkapnya…

5 Fungsi Asuransi Penyakit Kritis

Asuransi penyakit kritis (Critical Illness) memiliki 5 fungsi:

1. Membiayai pengobatan penyakit kritis.
2. Membiayai perawatan setelah pengobatan penyakit kritis
3. Mengganti penghasilan yang hilang selama atau karena tidak bisa bekerja lagi
4. Mencegah kehilangan aset dan jeratan utang.
5. Memelihara kepercayaan diri.

Uang pertanggungan penyakit kritis mungkin memenuhi empat fungsi pertama, mungkin pula beberapa fungsi saja, atau mungkin saja satu fungsi pun tidak tercukupi. Oleh karena itu, UP proteksi penyakit kritis harus besar, lebih besar dari biaya untuk berobat, dan masih ada sisanya untuk biaya perawatan lanjutan, mengganti penghasilan, dan membayar utang (jika sebelumnya terpaksa berutang). Semua itu bermanfaat membawa seseorang pada fungsi kelima: terjaganya kepercayaan diri karena terhindar dari perasaan membebani orang lain.

Berapa UP penyakit kritis yang ideal? Baca selengkapnya…

Pembayaran Klaim Sakit Kritis 1 Miliar Oleh Allianz

Pemb. Klaim Asuransi Rp. 1.004.268.494Allianz kembali membuktikan komitmennya dengan membayarkan klaim sebesar 1 Miliar kepada nasabah yang berusia 47 tahun karena terdiagnosa serangan jantung pertama (salah satu dari 49 penyakit kritis) pada saat polisnya baru berusia 2 tahun. Selain itu Allianz juga membayarkan preminya sebesar 42 juta/tahun sampai dengan nasabah berusia 65 tahun (rider payor benefit). Jika di lihat dari besarnya premi yang di bayarkan oleh Allianz sebesar 42 juta/tahun, maka premi per bulan dari nasabah tersebut sebesar 3,5 juta rupiah. Jika klaim sudah cair ketika polis berusia 2 tahun, berarti total premi yang sudah di bayarkan oleh nasabah tersebut adalah 84 juta rupiah. Artinya, andai saja nasabah tersebut tidak polis asuransi jiwa di Allianz dan tidak membeli rider critical illness, ada kemungkinan dia harus rela menggunakan tabungannya tersebut (bahkan mungkin juga seluruh asetnya) untuk membayar biaya operasi/tindakan/pengobatan di rumah sakit yang besarnya mungkin lebih dari 84 juta.

Bagaimana dengan Anda sobat? Apakah Anda sudah memiliki polis yang meng-cover penyakit kritis? Hubungi saya jika Anda ingin memilikinya, atau bahkan hanya sekedar diskusi/sharing. 🙂

Salam,

JOhan|   0818 654 456 (Mobile & Whatsapp)5178D3DF (Blackberry Messenger)