Inilah Cara Supaya Klaim Diterima Oleh Perusahaan Asuransi

Insurance-Claim-Form-APPROVEDJika di artikel sebelumnya saya membahas beberapa faktor yang bisa menyebabkan suatu klaim asuransi ditolak oleh perusahaan asuransi (baca: Inilah Alasan Kenapa Klaim Ditolak Perusahaan Asuransi), maka artikel saya berikut ini adalah mengenai bagaimana caranya supaya klaim asuransi kita bisa diterima oleh perusahaan asuransi. Mari kita simak ulasannya berikut ini..  Baca selengkapnya..

Advertisements

Dibandingkan Dengan Kemoterapi, Cara Ini Lebih Ampuh Atasi Kanker Paru Stadium Lanjut

Kanker adalah suatu penyakit yang sering diidentikkan dengan kematian. Namun beberapa penemuan terapi terbaru kini telah membuat kanker tidak berbeda dengan penyakit lain. Sehingga ada harapan bagi penderita kanker untuk bisa selamat dan kembali menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik. Salah satu penemuan terapi terbaru adalah dengan targeted therapy dengan menggunakan obat kanker Afatinib. Bahkan menurut riset para pakar bahwa dengan obat kanker Afatinib memiliki risiko kematian yang lebih kecil, sebesar 43 persen daripada pasien kemoterapi. Mari kita simak informasi berikut ini yang saya salin dari situs health.detik.com. Semoga informasi ini bermanfaat. Baca selengkapnya…

Sudah Dicover Kantor, Masih Perlukah Beli Asuransi Jiwa dan Sakit Kritis?

Ya.. pertanyaan pada judul artikel ini sangat sering saya peroleh dari orang-orang yang saya tawarkan asuransi jiwa syariah dari Allianz. Bahkan sebelum saya memberikan penjelasan lebih lanjut tentang manfaat produk yang saya tawarkan, mereka sudah langsung menolak dengan alasan sudah punya asuransi dari kantor.

Adalah sebuah keuntungan bagi mereka yang sudah memiliki asuransi dari tempat mereka bekerja. Karena biaya kesehatan mereka sudah dijamin oleh asuransi kantor tempat mereka bekerja. Biasanya asuransi yang diberikan oleh suatu perusahaan kepada karyawannya adalah asuransi kesehatan yang mengcover rawat inap, rawat jalan, rawat gigi, dan kacamata. Bahkan ada beberapa asuransi yang mengcover biaya imunisasi dasar, yang pastinya sangat bermanfaat bagi mereka yang baru memiliki bayi. Asuransi tersebut untuk mengcover biaya pengobatan atau perawatan bagi sang karyawan dan keluarganya. Meskipun pertanggungan yang diberikan tidak sebesar biaya pengobatan dan perawatan, tapi untuk mengcover biaya perawatan penyakit-penyakit umum seperti typus atau DBD saya rasa sudah cukup terbantukan.

Lalu bagaimana jika terkena penyakit kritis seperti stroke, kanker, jantung atau gagal ginjal?

Misalnya ada seorang karyawan yang mendapatkan asuransi dari kantor yang mengcover rawat inap dan membayar full sesuai kwitansi. Suatu ketika di usia yang masih produktif karyawan tersebut terkena stroke dan harus di rawat karena penyakitnya tersebut. Sudah bisa dipastikan biaya rawat inapnya akan dicover oleh asuransi dari kantor bukan? Dengan demikian si karyawan tidak akan mengalami masalah finansial karena biaya rawat inap sudah dicover oleh asuransi dari kantor. Tapi bagaimana jika setelah keluar dari rumah sakit lalu dia sudah tidak memiliki kemampuan untuk bekerja? Bagaimana caranya dia bisa memberikan nafkah keluarganya dan membiayai sekolah anak-anaknya?

Atau contoh lain misalnya ada seorang karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan dengan manfaat asuransi yang sangat lengkap. Jika dia atau anggota keluarganya sakit dan mesti dirawat inap, dia tinggal gesek kartu asuransi dari kantor atau reimburse ke kantor. Lalu beberapa tahun kemudian dia memutuskan untuk tidak bekerja lagi dan kemudian menjadi seorang wiraswasta. Otomatis asuransi yang dia dapatkan dari perusahaannya akan hilang, dan kini dia tidak punya satupun polis asuransi karena ketika dia masih bekerja di perusahaan tersebut dia tidak pernah membeli polis asuransi lain. Beberapa waktu kemudian setelah dia menjadi wiraswasta dia terkena sakit stroke. Biaya yang dibutuhkan sangatlah besar. Akibatnya dia harus menguras seluruh tabungan hasil dari gaji saat dia masih bekerja dulu dan hasil dari wirausahanya, menjual aset-asetnya seperti rumah atau toko, bahkan mungkin dia harus pinjam uang kepada keluarga atau teman-temannya.

Kekhawatiran tersebut diatas bisa teratasi atau minimal bisa terbantukan jika karyawan tersebut memiliki Allisya Protection Plus. Asuransi jiwa dengan rider 100 kondisi sakit kritis, cacat tetap permanen dan kecelakaan yang memberikan UP sangat melimpah dengan premi yang sangat kecil. Jika dia punya Allisya Protection Plus dan membeli rider sakit kritis, maka seluruh uang pertanggungan akan langsung cair. UP tersebut bisa dia manfaatkan untuk banyak hal, mulai dari membiayai pengobatan dan perawatan setelah keluar dari RS, atau bahkan menjadi pengganti penghasilan yang hilang akibat tidak bisa bekerja lagi.

Bagaimana menurut Anda? Perlukah beli Asuransi Jiwa dan Sakit Kritis meskipun sudah dicover oleh kantor?

Bagi Anda yang berada didaerah BSD, Pamulang, Bintaro, Pondok Aren, Ciputat atau Tangerang, silakan menghubungi kontak dibawah untuk berdiskusi langsung dengan saya.

Salam,

JOhan|  0818 654 456 (Mobile & Whatsapp)| 5178D3DF (Blackberry Messenger)

TAPRO Allisya Meluncurkan Rider Rawat Inap Allisya Hospital & Surgical Care +

Untuk memenuhi kebutuhan dari nasabah yang ingin mempunyai asuransi rawat inap, asuransi jiwa, asuransi sakit kritis, asuransi kecelakaan dan asuransi cacat tetap permanen dalam 1 polis asuransi syariah, mulai bulan Januari 2014 ini Allianz telah menambahkan rider Hospital and Surgical Care + kedalam salah satu produk andalan mereka yaitu Allisya Protection Plus (TAPRO Allisya). Mungkin nasabah Allianz yang sudah memiliki asuransi kesehatan Allisya Care sudah tidak asing dengan rider Hospital And Surgical Care + (HSC+) ini. Karena memang HSC+ yang ada di TAPRO Allisya ini adalah HSC+ yang dipindahkan dari Allisya Care namun dengan beberapa penyesuaian. Berikut ini beberapa keunggulan dan informasi lainnya untuk rider HSC+ ini.

Keunggulan Rider Hospital & Surgical Care +

HSC+ memberikan layanan asuransi kesehatan rawat inap dengan keunggulan antara lain:

  1. Perlindungan kesehatan yang komprehensif (kamar, ICU, dokter umum dan spesialis, pembedahan, obat-obatan, sebelum dan sesudah rawat inap, perawat pribadi di rumah, rawat jalan dan gigi darurat akibat kecelakaan, ambulans, kemoterapi, dialisis, dan fisioterapi).
  2. Fasilitas kartu cashless untuk perawatan di rumah sakit rekanan Allianz di seluruh Indonesia.
  3. Perlindungan 24 jam di seluruh dunia.
  4. Tersedia dalam 10 pilihan plan sesuai kebutuhan dan kemampuan nasabah.
  5. Tidak ada batasan maksimum klaim per tahun untuk rawat inap.
  6. Akad sesuai syariah dengan prinsip tolong-menolong di antara sesama peserta.

Informasi Produk Rider Hospital & Surgical Care +

Usia masuk  1 bulan sd 60 tahun (ulang tahun terdekat)
Masa pertanggungan  Sampai dengan usia peserta mencapai 70 tahun
Mata uang  Rupiah
Fasilitas pelayanan
  • Cashless (jaringan Allianz-AdMedika)
  • Reimbursement
Masa tunggu  30 hari dari tanggal disetujuinya program HSC+ (kecuali  karena kecelakaan)
Iuran Tabarru (biaya asuransi)
  • Dihitung berdasarkan usia, jenis kelamin, perokok/bukan perokok
  • Iuran Tabarru meningkat sesuai usia
  • Iuran Tabarru dipotong otomatis dari unit investasi sampai masa pertanggungan berakhir
Pilihan plan  Plan 100, 200, 350, 500, 750, 1000, 1250, 1500, dan 2000

Table Manfaat Rider Hospital & Surgical Care +

TableManfaat_HospitalSurgeryCarePlus

Jika Anda berminat untuk memiliki rider HSC+ ini, silakan menghubungi saya.

Salam,

JOhan| 0818 654 456 (Mobile & Whatsapp) | 5178D3DF (Blackberry Messenger)

Asuransi Keluarga (TAPRO Family)

Asuransi jiwa keluarga atau yang lebih sering di sebut TAPRO Family adalah suatu produk asuransi jiwa, yang umumnya di peruntukan bagi keluarga yang terdiri dari ayah, bunda, kakak dan adik.

Mungkin Anda bertanya jika ayah sudah memiliki asuransi jiwa dengan rider sakit kritis misalnya, apakah bunda dan anak-anaknya juga perlu punya asuransi yang sama? Jawabannya adalah Ya. Gambarannya seperti ini. Bagaimana jika ternyata yang terkena sakit kritis adalah bunda atau anak-anaknya? Apakah akan menyebabkan masalah dan kesulitan finansial keluarga? Ada kemungkinan finansial keluarga akan mengalami kesulitan. Jadi, disinilah fungsi dari TAPRO Family. Untuk memberikan bantuan finansial kepada seluruh anggota keluarga jika diantara mereka ada yang terdiagnosa sakit kritis, cacat tetap permanen, kecelakaan atau meninggal dunia.

Mari kita simak 2 skenario yang bisa dilakukan untuk mengimplementasikan TAPRO Family ini.

1. Ayah yang bekerja sebagai pencari nafkah tunggal

Pada skenario pertama ini untuk asuransi dengan tertanggung ayah, bunda, kakak dan adik pemegang polisnya adalah ayah dengan di tambahkan rider Payor Benefit dan Payor Protection pada masing-masing polis. Perhatikan tabel di bawah ini untuk komposisi masing-masing polis.

TAPROFamily_Ayah_Bekerja

Jika diperhatikan pada tabel diatas, ayah adalah pemegang polis untuk asuransi dengan tertanggung ayah sendiri, bunda, kakak dan adik. Total premi yang harus di bayarkan ayah setiap bulan adalah 2,7 juta dengan total uang pertanggungan untuk semua tertanggung sebesar 7 Miliar! Selain uang pertanggungan, manfaat lain yang bisa diperoleh oleh keluarga tersebut adalah jika ayah sebagai pemegang polis terdiagnosa sakit kritis, cacat tetap permanen atau meninggal dunia, maka asuransi dengan tertanggung ayah, bunda, kakak & adik akan terbebas dari pembayaran premi sampai ayah berusia 65 tahun. Hal ini dikarenakan ayah menyertakan rider Payor Benefit & Payor Protection pada polis bunda, kakak dan adik. Untuk ilustrasinya bisa di lihat disini.

2. Ayah & Bunda bekerja

Pada skenario yang kedua ini ayah dan bunda menjadi pemegang polis untuk asuransi mereka masing-masing, dengan masing-masing polis menyertakan rider Payor Benefit, Payor Protection, Spouse Payor Benefit & Spouse Payor Protection. Sementara asuransi dengan tertanggung kakak dan adik, pemegang polisnya adalah ayah dengan juga menyertakan rider Spouse Payor Benefit & Spouse Payor Protection. Perhatikan tabel di bawah ini untuk komposisi masing-masing polis.

TAPROFamily_Ayah_Bunda_Bekerja

Jika diperhatikan pada tabel diatas, total premi setiap bulan untuk 1 keluarga sebesar 3 juta dan total uang pertanggungan sebesar 7 Miliar! Selain uang pertanggungan, manfaat lain yang bisa diperoleh oleh keluarga tersebut adalah jika ayah lebih dulu terdiagnosa sakit kritis, cacat tetap permanen atau meninggal dunia, maka asuransi dengan tertanggung ayah, bunda, kakak & adik akan terbebas dari pembayaran premi sampai ayah berusia 65 tahun. Hal ini dikarenakan ayah menyertakan rider Payor Benefit & Payor Protection, Spouse Payor Benefit & Spouse Payor Protection pada polis bunda, kakak dan adik. Manfaat yang sama juga akan diperoleh jika ternyata bunda lebih dulu terdiagnosa sakit kritis, cacat tetap permanen atau meninggal dunia.

Kunci utama dari TAPRO Family ini adalah penggunaan rider Payor Benefit, Payor Protection, Spouse Payor Benefit dan Spouse Payor Protection.

Jika Anda dan keluarga berminat untuk memiliki asuransi jiwa keluarga (TAPRO Family) silakan menghubungi saya pada kontak dibawah ini.

Salam,

JOhan| 0818 654 456 (Mobile & Whatsapp) | 5178D3DF (Blackberry Messenger)

Kenapa TAPRO?

Banyak dari calon nasabah saya bertanya kenapa sih kebanyakan agen Allianz lebih sering menawarkan produk asuransi TAPRO (asuransi jiwa, asuransi sakit kritis, cacat tetap dan kecelakaan) di bandingkan asuransi kesehatan?

Kalau saya pribadi memiliki 2 alasan kenapa saya hanya menawarkan produk asuransi TAPRO di bandingkan asuransi kesehatan

Pertama, resiko dalam hidup ini yang jika sudah terjadi dan mengakibatkan kerugian finansial terbesar adalah sakit kritis, cacat tetap permanen, kecelakaan, dan meninggal dunia. Misalnya jika seseorang sudah terkena sakit stroke yang merupakan salah satu dari 49 sakit kritis yang di cover oleh Allianz, pasti akan membutuhkan biaya pengobatan & perawatan yang sangat besar. Biayanya bisa mencapai 500 juta – 1 Miliar rupiah. Belum lagi jika ternyata sakitnya tersebut menyebabkan pasien tidak bisa bekerja lagi. Begitu pula jika seseorang mengalami kecelakaan yang mengakibatkan orang tersebut cacat atau meninggal dunia atau bahkan cacat tetap permanen, hal ini akan mengakibatkan orang tersebut kehilangan pekerjaan dan keluarga yang selama ini menjadi tanggungannya akan mengalami kesulitan finansial. Jika seseorang memiliki asuransi TAPRO dari Allianz, maka kesulitan finansial tersebut akan terbantukan. Apalagi sangat jarang perusahaan-perusahaan yang memberikan asuransi jiwa, sakit kritis, cacat tetap permanen dan kecelakaan kepada para karyawannya.

Alasan yang kedua adalah karena Allianz menawarkan produk asuransi jiwa dengan rider sakit kritis, cacat tetap permanen dan kecelakaan dengan harga yang relative lebih murah di bandingkan dengan perusahaan asuransi lainnya. Hal ini menyebabkan produk asuransi TAPRO menjadi produk unggulan dari Allianz.

Dari alasan diatas bisa di tarik kesimpulan bahwa Allianz menjual produk yang sangat dibutuhkan oleh sebagian besar orang dengan harga yang relative murah dan manfaat yang besar. Selain itu sangat jarang perusahaan-perusahaan yang memberikan asuransi jiwa, sakit kritis, cacat tetap permanen dan kecelakaan kepada para karyawannya. Kalaupun ada mungkin uang pertanggungan (uang santunan) yang diberikan tidak sebesar yang di tawarkan oleh Allianz. Sementara sebagian besar perusahaan-perusahaan memberikan asuransi kesehatan atau jamsostek kepada karyawannya. Namun bukan berarti saya tidak menjual asuransi kesehatan loh ya. Namun saya tetap akan mengarahkan mereka untuk memiliki asuransi TAPRO karena alasan-alasan yang sudah saya sebutkan diatas.. 🙂

Salam,

JOhan | 0818 654 456 (Mobile & Whatsapp) | 5178D3DF (Blackberry Messenger)

5 Fungsi Asuransi Penyakit Kritis

Asuransi penyakit kritis (Critical Illness) memiliki 5 fungsi:

1. Membiayai pengobatan penyakit kritis.
2. Membiayai perawatan setelah pengobatan penyakit kritis
3. Mengganti penghasilan yang hilang selama atau karena tidak bisa bekerja lagi
4. Mencegah kehilangan aset dan jeratan utang.
5. Memelihara kepercayaan diri.

Uang pertanggungan penyakit kritis mungkin memenuhi empat fungsi pertama, mungkin pula beberapa fungsi saja, atau mungkin saja satu fungsi pun tidak tercukupi. Oleh karena itu, UP proteksi penyakit kritis harus besar, lebih besar dari biaya untuk berobat, dan masih ada sisanya untuk biaya perawatan lanjutan, mengganti penghasilan, dan membayar utang (jika sebelumnya terpaksa berutang). Semua itu bermanfaat membawa seseorang pada fungsi kelima: terjaganya kepercayaan diri karena terhindar dari perasaan membebani orang lain.

Berapa UP penyakit kritis yang ideal? Baca selengkapnya…