Awas Maut… Ini Serangan Jantung, Bukan Masuk Angin!

Pada produk TAPRO Syariah (Allisya Protection Plus), gejala-gejala yang dialami oleh jurnalis Kompas, M. Latief (38 tahun) ini termasuk dalam kategori Serangan Jantung Pertama yang dicover oleh CI+ atau CI100. Mari kita simak kisah dari M. Latief ketika merasakan gejala-gejala serangan jantung dan kesigapannya untuk segera ke rumah sakit yang menyelamatkan hidupnya.

KOMPAS.com — Banyak orang mengenal serangan jantung seperti yang digambarkan dalam film atau sinetron, yakni mata mendelik, dada sesak, dan tangan memegangi dada ketika pingsan. Padahal, adakalanya rasa sakit tidak mengikuti pola tertentu, bahkan tanpa diikuti rasa nyeri dada. Simak kisah serangan jantung seperti yang dialami M Latief (38). Jurnalis yang memiliki hobi naik gunung ini mengalami serangan jantung ringan dengan gejala mirip masuk angin. Inilah pengalamannya.

Serasa baru selesai joging jarak jauh, keringat seketika mengucur deras dari kening, leher, dan sebagian badan saya. Anehnya, itu keringat dingin, bukan hangat. Dingin sekali.

Sedetik keringat menderas, tiba-tiba dada juga terasa sesak, diikuti tengkuk hingga bahu yang menegang. Fun City, tempat permainan anak Margo City, Depok, tempat saya berdiri itu, seperti pelan-pelan menyempit, mengimpit. Baca selengkapnya…

5 Fungsi Asuransi Penyakit Kritis

Asuransi penyakit kritis (Critical Illness) memiliki 5 fungsi:

1. Membiayai pengobatan penyakit kritis.
2. Membiayai perawatan setelah pengobatan penyakit kritis
3. Mengganti penghasilan yang hilang selama atau karena tidak bisa bekerja lagi
4. Mencegah kehilangan aset dan jeratan utang.
5. Memelihara kepercayaan diri.

Uang pertanggungan penyakit kritis mungkin memenuhi empat fungsi pertama, mungkin pula beberapa fungsi saja, atau mungkin saja satu fungsi pun tidak tercukupi. Oleh karena itu, UP proteksi penyakit kritis harus besar, lebih besar dari biaya untuk berobat, dan masih ada sisanya untuk biaya perawatan lanjutan, mengganti penghasilan, dan membayar utang (jika sebelumnya terpaksa berutang). Semua itu bermanfaat membawa seseorang pada fungsi kelima: terjaganya kepercayaan diri karena terhindar dari perasaan membebani orang lain.

Berapa UP penyakit kritis yang ideal? Baca selengkapnya…

Perlukah Memiliki Asuransi Penyakit Kritis?

Apakah kita perlu memiliki Asuransi Penyakit Kritis?

Sebagian orang ada yang memberikan pendapat bahwa asuransi penyakit kritis itu tidak perlu dengan beraneka ragam alasan. Namun tidak sedikit juga yang berpendapat bahwa asuransi penyakit kritis itu sangat di butuhkan. Karena jika sudah terdiagnosa dan menurut dokter harus ada tindakan seperti operasi, itu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Dan tidak hanya sampai operasi saja. Karena saat berada dalam fase penyembuhan pun masih memerlukan biaya yang tidak sedikit. Sebut saja gagal ginjal misalnya selama beberapa waktu pasien masih harus terus melakukan cuci darah. Dan sekali cuci darah memerlukan biaya yang tidak sedikit pula.

Mari kita simak ilustrasi berikut ini. Baca selengkapnya…