Pentingnya Asuransi Dalam Perencanaan Keuangan Keluarga

famprotectMenyambung artikel sebelumnya mengenai pengalaman pribadi saya dalam melakukan perencanaan keuangan keluarga, kali ini saya coba akan membahas salah satu komponen dalam perencanaan keuangan yang saya buat. Pada artikel tersebut saya memasukkan Asuransi kedalam perencanaan keuangan keluarga saya. Kenapa saya memasukkan Asuransi kedalam perencanaan keuangan keluarga saya? Berikut ini adalah penjelasannya.. Baca selengkapnya..

Advertisements

Hikmah Positif dari AirAsia QZ8501, Betapa Pentingnya Asuransi Bagi Kita

life_insurance_tapak_tanganMusibah yang menimpa pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata jelang akhir tahun 2014 lalu, nampaknya bisa dijadikan pelajaran bagi kita betapa pentingnya memiliki asuransi.

Melalui perusahaan asuransi, para ahli waris keluarga korban mendapatkan santunan berupa sejumlah uang yang nilainya mencapai Rp 1,25 miliar per orang. Uang santunan ini cukup meringankan beban keluarga korban di tengah rasa duka yang melanda mereka. (baca juga: 5 Fungsi Asuransi Jiwa) Baca selengkapnya..

Menentukan Prioritas Asuransi

keluarga-sejahtera

Asuransi berfungsi menanggung hal-hal yang secara finansial tidak sanggup kita tanggung, atau akan terasa berat jika harus menanggungnya sendirian. Jika sesuatu masih sanggup kita tanggung, maka hal tersebut tidak perlu diasuransikan, atau setidaknya bukan prioritas.

Prioritas asuransi diukur dari dampaknya pada keuangan kita, bukan dari frekuensi kejadiannya. Ada yang kejadiannya sering, misalnya pilek atau batuk biasa, tapi karena dampak keuangannya kecil, tanpa asuransi pun tak masalah. Tapi ada peristiwa yang kejadiannya mungkin hanya sekali, namun bekas yang ditinggalkannya tak terhapuskan seumur hidup, baik dari segi fisik maupun keuangan.

Jika akibat dari satu kejadian itu membuat seseorang langsung jatuh dalam kemiskinan, aset-aset terjual atau tergadai, terjerat dalam belitan utang, sumber penghasilan terputus, hingga keluarga terbenam dalam kesedihan dan kehinaan, maka risiko itulah yang harus kita prioritaskan untuk diasuransikan.

Ketika kita memutuskan untuk berasuransi, berpikirlah – walau sejenak saja – untuk risiko-risiko yang paling buruk. Yaitu risiko-risiko yang butuh biaya sangat besar.

Apa sajakah itu? Baca selengkapnya…

5 Fungsi Asuransi Jiwa

1. Membantu Keluarga Dari Kehilangan Penghasilan

Ini fungsi pokok dari asuransi jiwa. Selama kita punya tanggungan nafkah (pasangan, anak-anak), selama itu pula kita masih butuh asuransi jiwa.

Agar asuransi jiwa mampu memainkan fungsinya sebagai ganti penghasilan, maka uang pertanggungan (UP) jiwa harus cukup besar untuk memberikan bunga/retur sebesar gaji per bulan jika didiamkan di deposito, obligasi/sukuk, atau reksadana pendapatan tetap.

2. Membantu Keluarga Terbebas Dari Beban Hutang.

Mungkin rumah yang kita tempati, kendaraan yang kita pakai, barang-barang yang kita miliki, dan lain-lain, sebagian atau seluruhnya diambil dari hutang. Hutang adalah warisan terburuk yang mungkin diberikan seorang suami dan ayah. Hutang bukan hanya membebani keluarga yang ditinggalkan, tapi juga orang yang mewariskannya, sebab di akhirat pun hutang tidak akan dianggap lunas begitu saja.

Agar asuransi jiwa berperan membebaskan keluarga dari hutang, maka UP jiwa minimal harus sama besar dengan hutang yang dimiliki keluarga itu. Baca selengkapnya…