Perlukah Memiliki Asuransi Penyakit Kritis?

Apakah kita perlu memiliki Asuransi Penyakit Kritis?

Sebagian orang ada yang memberikan pendapat bahwa asuransi penyakit kritis itu tidak perlu dengan beraneka ragam alasan. Namun tidak sedikit juga yang berpendapat bahwa asuransi penyakit kritis itu sangat di butuhkan. Karena jika sudah terdiagnosa dan menurut dokter harus ada tindakan seperti operasi, itu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Dan tidak hanya sampai operasi saja. Karena saat berada dalam fase penyembuhan pun masih memerlukan biaya yang tidak sedikit. Sebut saja gagal ginjal misalnya selama beberapa waktu pasien masih harus terus melakukan cuci darah. Dan sekali cuci darah memerlukan biaya yang tidak sedikit pula.

Mari kita simak ilustrasi berikut ini. Baca selengkapnya…

Belum Menikah, Perlukah Berasuransi?

Tulisan ini saya salin dari blog milik Bapak Jauhari yang tentunya sudah di izinkan oleh beliau pada link http://finplanner-jauhari.blogspot.com/2011/09/belum-menikah-butuhkah-asuransi.html. Semoga bermanfaat, terutama bagi Anda yang belum menikah.

Banyak yang berpendapat termasuk beberapa pakar keuangan menyampaikan tidak ada manfaatnya bagi yang belum berkeluarga mengambil asuransi jiwa.

Kalaupun dia meninggal, belum punya tanggungan dan orang tuanya tidak membutuhkan uang tersebut. Betul, jika asumsi / kondisi-nya orang tuanya kaya. Sehingga tidak ada gunanya ambil asuransi.

Saya pribadi merekomendasikan meskipun masih bujangan untuk tetap mengambil asuransi. Mengapa? Baca selengkapnya…

Premi 400 ribu per bulan, Total UP 900 juta!

Pada postingan beberapa bulan lalu saya pernah memberikan promo Premi 355 ribu per bulan bisa mendapatkan UP 1 Miliar. Kini saya mencoba menawarkan kembali promo dengan premi yang begitu murah & jangka waktu pembayaran yang pendek, namun memberikan manfaat lebih dari satu manfaat dengan masing-masing UP lebih dari 200 juta sampai dengan usia 65-70 tahun.

Promo ini akan memberikan 3 buah manfaat sekaligus seperti Penyakit Kritis (UP: 300 juta), Cacat Total Permanen (UP: 300 juta) dan tentunya Meninggal Dunia (UP: 300 juta).

Manfaat sebanyak itu pasti preminya mahal ya?? Tentu tidak.. ūüôā

Mari kita lihat ilustrasi/proposal yang sudah saya siapkan berikut ini: Baca selengkapnya…

Perlukah seorang Ibu Rumah Tangga memiliki Asuransi Jiwa?

Apakah Anda sudah membaca artikel pada blog ini yang berjudul Perlukah memiliki Asuransi Jiwa? yang di tulis beberapa waktu lalu? Pada artikel tersebut penulis memberikan ilustrasi tentang seorang Ayah yang menjadi tulang punggung keluarga sangat perlu memiliki Asuransi Jiwa demi masa depan dirinya dan keluarganya.

Lalu pertanyaannya, apakah Asuransi Jiwa hanya di tujukan untuk seorang Ayah yang menjadi tulang punggung keluarga? Apakah seorang ibu rumah tangga juga perlu punya Asuransi Jiwa seperti seorang ayah?¬†Mari kita simak penjelasan menurut sudut pandang penulis. Baca selengkapnya…

Bagaimana menentukan santunan meninggal dunia?

Menentukan jumlah uang pertanggungan atau santunan meninggal dunia dalam asuransi jiwa tidak ada aturan yang baku. Saya sebagai seorang Financial Consultant tidak boleh memaksa seseorang dalam menentukan uang pertanggungan. Namun saya memiliki kewajiban untuk memberikan gambaran berapa jumlah yang sebaiknya bisa seorang nasabah ambil.

1. Menghitung penghasilan tulang punggung keluarga.
Cara pertama adalah menghitung penghasilan perbulan di kali 12 (bulan) lalu di kali 10 (tahun). Contoh : Seorang ayah berpenghasilan 5 juta perbulan. Maka 5 juta dikali 12 bulan di kali 10 tahun. Maka jumlah yang dihasilkan adalah 600 juta. Angka inilah yang bisa dijadikan acuan oleh seseorang menentukan jumlah uang pertanggungan. Hal ini dilakukan, jika nasabah berfungsi sebagai tulang punggung keluarga, kemudian entah esok atau lusa nasabah tersebut meninggal dunia. Maka penghasilan yang biasa didapatkan oleh nasabah tersebut tidak ikut meninggal paling tidak selama 10 tahun ke depan.

2. Menghitung aset + hutang yang dimiliki
Sementara cara yang kedua ini biasanya di pilih jika seseorang yang memiliki hutang, dengan harapan jika esok lusa meninggal, selain dia meninggalkan warisan untuk keluarga, uang pertanggungannya yang di peroleh juga bisa digunakan untuk melunasi hutang-hutangnya.

Contoh : Seorang ayah punya aset rumah, kendaraan, dan lain sebagainya dengan total 500 juta. Pada saat yang sama ayah juga punya hutang ke bank sejumlah 500 juta untuk modal usaha. Maka uang pertanggungan atau santunan meninggal dunia yang di ambil adalah 1 miliar. 500 juta akan digunakan untuk bayar hutang, dan 500 juta lagi digunakan untuk warisan berupa uang di luar harta nya tadi.

Pertanyannya sekarang adalah apakah Allisya Protection Plus bisa memberikan uang pertanggungan sebesar 1 Miliar rupiah?? Tentu saja bisa. Silakan baca artikel Premi 355 Juta per bulan UP 1 Miliar!

Salam,

JOhan| 0818 654 456 (Mobile & Whatsapp) | 5178D3DF (Blackberry Messenger)

5 Hal Penting yang Bisa Hilang dari Hidup Manusia

Mungkin sobat setuju bahwa tidak ada orang yang rela uangnya hilang. Tapi tahukah Sobat, jika salah langkah maka ada lima hal penting yang bisa hilang dari hidup manusia. Apa sajakah itu? Mari kita perhatikan terlebih dahulu ilustrasi berikut ini:

Ada seorang kepala keluarga usia 30-an tahun, kita sebut saja Tuan X. Tuan X memiliki asuransi jiwa murni yang menanggung risiko meninggal dunia dengan UP jiwa 1 miliar. Dia juga mengambil rider kesehatan untuk diri dan keluarganya, plan kamar 500rb per hari. Selain itu, dia pun rutin berinvestasi di reksadana sebesar 1 juta per bulan. Dia sudah melakukannya selama 5 tahun, dan kini uangnya hampir 100 juta.

Dari fakta ini, jelas bahwa Tuan X adalah seorang yang telah sadar berasuransi dan berinvestasi. Bahkan dipisah pula, sesuai saran para perencana keuangan.

Tapi ada satu yang dia lewatkan: proteksi penyakit kritis! Baca selengkapnya…

5 Fungsi Asuransi Jiwa

1. Membantu Keluarga Dari Kehilangan Penghasilan

Ini fungsi pokok dari asuransi jiwa. Selama kita punya tanggungan nafkah (pasangan, anak-anak), selama itu pula kita masih butuh asuransi jiwa.

Agar asuransi jiwa mampu memainkan fungsinya sebagai ganti penghasilan, maka uang pertanggungan (UP) jiwa harus cukup besar untuk memberikan bunga/retur sebesar gaji per bulan jika didiamkan di deposito, obligasi/sukuk, atau reksadana pendapatan tetap.

2. Membantu Keluarga Terbebas Dari Beban Hutang.

Mungkin rumah yang kita tempati, kendaraan yang kita pakai, barang-barang yang kita miliki, dan lain-lain, sebagian atau seluruhnya diambil dari hutang. Hutang adalah warisan terburuk yang mungkin diberikan seorang suami dan ayah. Hutang bukan hanya membebani keluarga yang ditinggalkan, tapi juga orang yang mewariskannya, sebab di akhirat pun hutang tidak akan dianggap lunas begitu saja.

Agar asuransi jiwa berperan membebaskan keluarga dari hutang, maka UP jiwa minimal harus sama besar dengan hutang yang dimiliki keluarga itu. Baca selengkapnya…