Curahan Hati Polis Asuransi Jiwa

Kepada Yth. Pemegang Polis,

Perkenalkan saya adalah polis Asuransi Jiwa anda. Ketika itu anda membeli saya melalui seorang agen asuransi. Karena anda sudah memiliki saya, maka saya ingin memberitahukan anda beberapa hal.

Anda dan saya mempunyai idealisme dan tujuan yang hampir sama di dunia ini.

Sekarang ini, anda sedang melakukan tanggung jawab anda. Menyediakan makanan, pakaian, dan tempat tinggal bagi orang-orang yang anda kasihi. Anda juga membiayai pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan mereka.

Ketika anda melakukan semuanya ini, saya tidur di dalam peti penyimpanan anda, menghimpun kekuatan dan meningkatan nilai saya hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun.

Saya percaya dan memiliki keyakinan pada anda bahwa keberadaan saya saat ini mungkin tampak tidak berarti bagi anda, seperti sebuah sekoci penyelamat yang ada di atas sebuah kapal pesiar. Tetapi suatu hari (dan tidak ada yang mengetahui kapan saatnya datang), anda dan saya mungkin harus bertukar tempat.

Pada saat anda terbujur di dalam peti tempat peristirahatan anda, pada saat itulah saya akan bangun… Untuk melanjutkan dan menyelesaikan pendidikan anak-anak yang anda kasihi. Kesehatan dan juga kesejahteraan yang anda sediakan bagi istri dan anak, tidak akan mendadak terhenti di saat mereka paling membutuhkannya.

Ketika pekerjaan dan kerja keras anda selesai, pekerjaan saya baru saja dimulai. Melalui saya, tangan anda akan terus menanggung keluarga. Dan melalui saya, cinta kasih anda akan abadi.

Kapanpun anda merasa bahwa keberadaan saya memberatkan kehidupan anda, ingatlah bahwa saya akan melakukan lebih banyak hal bagi anda dan keluarga anda, dibandingkan dengan apa yang dapat anda lakukan untuk saya.

Jika anda melakukan tugas yang menjadi bagian anda, saya pun akan melakukan tugas saya.

Salam tulus dari saya,
Polis Asuransi Jiwa Anda

Sumber: Agan idavidyevado

Salam,

JOhan|  0818 654 456 (Mobile & Whatsapp)5178D3DF (Blackberry Messenger)

Advertisements

Perlukah seorang Ibu Rumah Tangga memiliki Asuransi Jiwa?

Apakah Anda sudah membaca artikel pada blog ini yang berjudul Perlukah memiliki Asuransi Jiwa? yang di tulis beberapa waktu lalu? Pada artikel tersebut penulis memberikan ilustrasi tentang seorang Ayah yang menjadi tulang punggung keluarga sangat perlu memiliki Asuransi Jiwa demi masa depan dirinya dan keluarganya.

Lalu pertanyaannya, apakah Asuransi Jiwa hanya di tujukan untuk seorang Ayah yang menjadi tulang punggung keluarga? Apakah seorang ibu rumah tangga juga perlu punya Asuransi Jiwa seperti seorang ayah? Mari kita simak penjelasan menurut sudut pandang penulis. Baca selengkapnya…

Bagaimana menentukan santunan meninggal dunia?

Menentukan jumlah uang pertanggungan atau santunan meninggal dunia dalam asuransi jiwa tidak ada aturan yang baku. Saya sebagai seorang Financial Consultant tidak boleh memaksa seseorang dalam menentukan uang pertanggungan. Namun saya memiliki kewajiban untuk memberikan gambaran berapa jumlah yang sebaiknya bisa seorang nasabah ambil.

1. Menghitung penghasilan tulang punggung keluarga.
Cara pertama adalah menghitung penghasilan perbulan di kali 12 (bulan) lalu di kali 10 (tahun). Contoh : Seorang ayah berpenghasilan 5 juta perbulan. Maka 5 juta dikali 12 bulan di kali 10 tahun. Maka jumlah yang dihasilkan adalah 600 juta. Angka inilah yang bisa dijadikan acuan oleh seseorang menentukan jumlah uang pertanggungan. Hal ini dilakukan, jika nasabah berfungsi sebagai tulang punggung keluarga, kemudian entah esok atau lusa nasabah tersebut meninggal dunia. Maka penghasilan yang biasa didapatkan oleh nasabah tersebut tidak ikut meninggal paling tidak selama 10 tahun ke depan.

2. Menghitung aset + hutang yang dimiliki
Sementara cara yang kedua ini biasanya di pilih jika seseorang yang memiliki hutang, dengan harapan jika esok lusa meninggal, selain dia meninggalkan warisan untuk keluarga, uang pertanggungannya yang di peroleh juga bisa digunakan untuk melunasi hutang-hutangnya.

Contoh : Seorang ayah punya aset rumah, kendaraan, dan lain sebagainya dengan total 500 juta. Pada saat yang sama ayah juga punya hutang ke bank sejumlah 500 juta untuk modal usaha. Maka uang pertanggungan atau santunan meninggal dunia yang di ambil adalah 1 miliar. 500 juta akan digunakan untuk bayar hutang, dan 500 juta lagi digunakan untuk warisan berupa uang di luar harta nya tadi.

Pertanyannya sekarang adalah apakah Allisya Protection Plus bisa memberikan uang pertanggungan sebesar 1 Miliar rupiah?? Tentu saja bisa. Silakan baca artikel Premi 355 Juta per bulan UP 1 Miliar!

Salam,

JOhan| 0818 654 456 (Mobile & Whatsapp) | 5178D3DF (Blackberry Messenger)

5 Hal Penting yang Bisa Hilang dari Hidup Manusia

Mungkin sobat setuju bahwa tidak ada orang yang rela uangnya hilang. Tapi tahukah Sobat, jika salah langkah maka ada lima hal penting yang bisa hilang dari hidup manusia. Apa sajakah itu? Mari kita perhatikan terlebih dahulu ilustrasi berikut ini:

Ada seorang kepala keluarga usia 30-an tahun, kita sebut saja Tuan X. Tuan X memiliki asuransi jiwa murni yang menanggung risiko meninggal dunia dengan UP jiwa 1 miliar. Dia juga mengambil rider kesehatan untuk diri dan keluarganya, plan kamar 500rb per hari. Selain itu, dia pun rutin berinvestasi di reksadana sebesar 1 juta per bulan. Dia sudah melakukannya selama 5 tahun, dan kini uangnya hampir 100 juta.

Dari fakta ini, jelas bahwa Tuan X adalah seorang yang telah sadar berasuransi dan berinvestasi. Bahkan dipisah pula, sesuai saran para perencana keuangan.

Tapi ada satu yang dia lewatkan: proteksi penyakit kritis! Baca selengkapnya…

5 Fungsi Asuransi Jiwa

1. Membantu Keluarga Dari Kehilangan Penghasilan

Ini fungsi pokok dari asuransi jiwa. Selama kita punya tanggungan nafkah (pasangan, anak-anak), selama itu pula kita masih butuh asuransi jiwa.

Agar asuransi jiwa mampu memainkan fungsinya sebagai ganti penghasilan, maka uang pertanggungan (UP) jiwa harus cukup besar untuk memberikan bunga/retur sebesar gaji per bulan jika didiamkan di deposito, obligasi/sukuk, atau reksadana pendapatan tetap.

2. Membantu Keluarga Terbebas Dari Beban Hutang.

Mungkin rumah yang kita tempati, kendaraan yang kita pakai, barang-barang yang kita miliki, dan lain-lain, sebagian atau seluruhnya diambil dari hutang. Hutang adalah warisan terburuk yang mungkin diberikan seorang suami dan ayah. Hutang bukan hanya membebani keluarga yang ditinggalkan, tapi juga orang yang mewariskannya, sebab di akhirat pun hutang tidak akan dianggap lunas begitu saja.

Agar asuransi jiwa berperan membebaskan keluarga dari hutang, maka UP jiwa minimal harus sama besar dengan hutang yang dimiliki keluarga itu. Baca selengkapnya…

Keunggulan Rider Critical Illness dari Tapro Allianz

Program Allisya Protection Plus atau Tapro dari Allianz menyediakan produk rider yang sangat penting untuk dimiliki, yaitu Critical Illness. Rider ini menanggung 49 jenis penyakit kritis. Tersedia dalam dua versi, yaitu CI+ (Critical Illness Plus, klaim tidak mengurangi UP dasar, berlaku sampai usia 70 tahun) dan CI (Critical Illness, klaim mengurangi UP dasar, berlaku sampai usia 85 tahun).

Berikut adalah keunggulan-keunggulan produk ini. Semoga bermanfaat untuk anda yang tengah memilih produk asuransi penyakit kritis, karena nama produk sama belum tentu ketentuannya sama.

1.       Tanpa syarat survival period (masa bertahan hidup)

Survival period atau masa bertahan hidup adalah jangka waktu yang disyaratkan untuk tetap hidup ketika seseorang terdiagnosa sakit kritis. Klaim penyakit kritis baru dapat diajukan jika survival period telah terlewati. Ada yang mensyaratkan harus bertahan hidup selama 14 hari, ada yang 15 hari, ada yang 30 hari. Jika yang bersangkutan meninggal dunia dalam masa survival period, klaim penyakit kritisnya tidak bisa dicairkan. Tapi itu di tempat lain.

Di Allianz, tidak ada syarat survival period. Sebagai contoh, jika seseorang mengalami serangan jantung lalu meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, maka ahli warisnya memperoleh dua manfaat: UP penyakit kritis dan UP meninggal dunia. Baca selengkapnya…

Apa Itu Critical Illness?

  1. Critical Illness merupakan rider (proteksi tambahan) pada unit link Tapro Allisya dan Smartlink.
  2. Critical Illness memberikan uang pertanggungan jika peserta pertama kali terdiagnosa salah satu dari 49 penyakit kritis.
  3. “Pertama kali terdiagnosa” berarti peserta dapat mengajukan klaim Critical Illness tanpa harus menjalani perawatan terlebih dahulu.
  4. Sesuai namanya, Critical Illness berarti “penyakit kritis” atau “penyakit kronis”. Artinya, kalau belum tahap kritis atau kronis belum bisa klaim. Kriteria penyakit kritis dicantumkan secara jelas dan lengkap dalam polis.
  5. Tidak ada syarat masa bertahan hidup. Contoh: kena serangan jantung langsung meninggal dunia, UP-nya dobel (UP jiwa + UP penyakit kritis).
  6. Minimum uang pertanggungan Critical Illness 8 juta rupiah.
  7. Maksimum uang pertanggungan adalah sebesar UP dasar, atau maksimum 2 miliar rupiah.
  8. Untuk anak-anak (1-17 tahun), maksimum UP adalah 500 juta rupiah.
  9. Rider Critical Illness ada dua macam, yaitu CI dan CI+.
  10. Masa pertanggungan CI berlaku sampai menjelang umur 85 tahun, klaim CI mengurangi UP dasar.
  11. Masa pertanggungan CI+ berlaku sampai menjelang umur 70 tahun, dan klaim CI+ tidak mengurangi UP dasar.
  12. Rider CI dan CI+ dapat diambil mulai usia 1 tahun sampai 64 tahun.
  13. Klaim Critical Illness diajukan selambat-lambatnya 30 hari setelah diagnosa ditegakkan.
  14. Selanjutnya tim dokter Allianz akan mengadakan pemeriksaan terhadap klaim peserta.
  15. Dana segera dicairkan begitu klaim disetujui.

Silakan klik link ini untuk detil mengenai produk tambahan Critical Illness di TAPRO.

Sumber