Perlukah seorang Ibu Rumah Tangga memiliki Asuransi Jiwa?

Apakah Anda sudah membaca artikel pada blog ini yang berjudul Perlukah memiliki Asuransi Jiwa? yang di tulis beberapa waktu lalu? Pada artikel tersebut penulis memberikan ilustrasi tentang seorang Ayah yang menjadi tulang punggung keluarga sangat perlu memiliki Asuransi Jiwa demi masa depan dirinya dan keluarganya.

Lalu pertanyaannya, apakah Asuransi Jiwa hanya di tujukan untuk seorang Ayah yang menjadi tulang punggung keluarga? Apakah seorang ibu rumah tangga juga perlu punya Asuransi Jiwa seperti seorang ayah? Mari kita simak penjelasan menurut sudut pandang penulis. Baca selengkapnya…

Advertisements

5 Fungsi Asuransi Jiwa

1. Membantu Keluarga Dari Kehilangan Penghasilan

Ini fungsi pokok dari asuransi jiwa. Selama kita punya tanggungan nafkah (pasangan, anak-anak), selama itu pula kita masih butuh asuransi jiwa.

Agar asuransi jiwa mampu memainkan fungsinya sebagai ganti penghasilan, maka uang pertanggungan (UP) jiwa harus cukup besar untuk memberikan bunga/retur sebesar gaji per bulan jika didiamkan di deposito, obligasi/sukuk, atau reksadana pendapatan tetap.

2. Membantu Keluarga Terbebas Dari Beban Hutang.

Mungkin rumah yang kita tempati, kendaraan yang kita pakai, barang-barang yang kita miliki, dan lain-lain, sebagian atau seluruhnya diambil dari hutang. Hutang adalah warisan terburuk yang mungkin diberikan seorang suami dan ayah. Hutang bukan hanya membebani keluarga yang ditinggalkan, tapi juga orang yang mewariskannya, sebab di akhirat pun hutang tidak akan dianggap lunas begitu saja.

Agar asuransi jiwa berperan membebaskan keluarga dari hutang, maka UP jiwa minimal harus sama besar dengan hutang yang dimiliki keluarga itu. Baca selengkapnya…

Keunggulan Rider Critical Illness dari Tapro Allianz

Program Allisya Protection Plus atau Tapro dari Allianz menyediakan produk rider yang sangat penting untuk dimiliki, yaitu Critical Illness. Rider ini menanggung 49 jenis penyakit kritis. Tersedia dalam dua versi, yaitu CI+ (Critical Illness Plus, klaim tidak mengurangi UP dasar, berlaku sampai usia 70 tahun) dan CI (Critical Illness, klaim mengurangi UP dasar, berlaku sampai usia 85 tahun).

Berikut adalah keunggulan-keunggulan produk ini. Semoga bermanfaat untuk anda yang tengah memilih produk asuransi penyakit kritis, karena nama produk sama belum tentu ketentuannya sama.

1.       Tanpa syarat survival period (masa bertahan hidup)

Survival period atau masa bertahan hidup adalah jangka waktu yang disyaratkan untuk tetap hidup ketika seseorang terdiagnosa sakit kritis. Klaim penyakit kritis baru dapat diajukan jika survival period telah terlewati. Ada yang mensyaratkan harus bertahan hidup selama 14 hari, ada yang 15 hari, ada yang 30 hari. Jika yang bersangkutan meninggal dunia dalam masa survival period, klaim penyakit kritisnya tidak bisa dicairkan. Tapi itu di tempat lain.

Di Allianz, tidak ada syarat survival period. Sebagai contoh, jika seseorang mengalami serangan jantung lalu meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, maka ahli warisnya memperoleh dua manfaat: UP penyakit kritis dan UP meninggal dunia. Baca selengkapnya…

Apa Itu Critical Illness?

  1. Critical Illness merupakan rider (proteksi tambahan) pada unit link Tapro Allisya dan Smartlink.
  2. Critical Illness memberikan uang pertanggungan jika peserta pertama kali terdiagnosa salah satu dari 49 penyakit kritis.
  3. “Pertama kali terdiagnosa” berarti peserta dapat mengajukan klaim Critical Illness tanpa harus menjalani perawatan terlebih dahulu.
  4. Sesuai namanya, Critical Illness berarti “penyakit kritis” atau “penyakit kronis”. Artinya, kalau belum tahap kritis atau kronis belum bisa klaim. Kriteria penyakit kritis dicantumkan secara jelas dan lengkap dalam polis.
  5. Tidak ada syarat masa bertahan hidup. Contoh: kena serangan jantung langsung meninggal dunia, UP-nya dobel (UP jiwa + UP penyakit kritis).
  6. Minimum uang pertanggungan Critical Illness 8 juta rupiah.
  7. Maksimum uang pertanggungan adalah sebesar UP dasar, atau maksimum 2 miliar rupiah.
  8. Untuk anak-anak (1-17 tahun), maksimum UP adalah 500 juta rupiah.
  9. Rider Critical Illness ada dua macam, yaitu CI dan CI+.
  10. Masa pertanggungan CI berlaku sampai menjelang umur 85 tahun, klaim CI mengurangi UP dasar.
  11. Masa pertanggungan CI+ berlaku sampai menjelang umur 70 tahun, dan klaim CI+ tidak mengurangi UP dasar.
  12. Rider CI dan CI+ dapat diambil mulai usia 1 tahun sampai 64 tahun.
  13. Klaim Critical Illness diajukan selambat-lambatnya 30 hari setelah diagnosa ditegakkan.
  14. Selanjutnya tim dokter Allianz akan mengadakan pemeriksaan terhadap klaim peserta.
  15. Dana segera dicairkan begitu klaim disetujui.

Silakan klik link ini untuk detil mengenai produk tambahan Critical Illness di TAPRO.

Sumber

Perlukah memiliki Asuransi Jiwa?

Hai sobat.. Apa kabar hari ini? Semoga sobat dan keluarga senantiasa di berikan kesehatan ya..

Apakah sobat tahu bahwa hidup manusia merupakan salah satu aset yang dapat mendatangkan pendapatan? Apakah sobat menyadari bahwa aset tersebut juga tidak jauh dari resiko seperti sakit dan cacat karena kecelakaan, atau bahkan meninggal dunia? Lalu apa yang akan terjadi jika manusia yang merupakan salah satu aset yang dapat mendatangkan pendapatan itu mendapatkan resiko seperti sakit, cacat, atau bahkan meninggal dunia?

Ya, jika seseorang sudah mendapatkan resiko seperti cacat dan kematian, maka membuat seseorang tersebut tidak mampu memperoleh penghasilan. Dan hal ini mengakibatkan pihak-pihak yang bergantung kepadanya (seperti istri, anak, atau kedua orang tua, kakak dan adik) akan mengalami kesulitan.

Sobat, mari kita perhatikan ilustrasi berikut ini:

Bapak X adalah seorang kepala keluarga berumur 30 tahun. Dia memiliki seorang istri yang bekerja sebagai ibu rumah tangga dan memiliki 2 orang anak masing-masing berumur 4 tahun dan 1 tahun. Bapak X bekerja di sebuah perusahaan swasta di daerah Jakarta. Setiap bulan Bapak X menerima gaji bersih (THP) sebesar 7 juta rupiah. Dari gajinya tersebut Bapak X menyisihkan uang sebesar 2 juta rupiah tiap bulan untuk tabungan & biaya pendidikan anak-anaknya.

15 tahun kemudian Bapak X terserang penyakit stroke yang mengakibatkan dia tidak bisa bekerja lagi. Hal ini juga menyebabkan Bapak X tidak bisa mendapatkan penghasilan. Selain itu, setoran 2 juta/bulan yang biasa dia lakukan untuk tabungan & biaya sekolah anak-anaknya pun otomatis terhenti.

Uang sebesar 2 juta rupiah yang dia sisihkan untuk menabung pun habis untuk biaya pengobatannya. Istrinya yang bekerja sebagai ibu rumah tangga pun mengalami kesulitan untuk mencari pekerjaan demi membiayai sekolah anak-anaknya.

Pelajaran yang bisa kita petik dari ilustrasi di atas adalah Baca selengkapnya..

Definisi Rider Flexicare Family

  1. Flexicare Family merupakan rider (proteksi tambahan) pada unit link Tapro (Allisya Protection Plus dan Smartlink Flexi Account Plus).
  2. Flexicare Family mencakup santunan harian rawat inap karena sakit dan kecelakaan, pembedahan karena sakit dan kecelakaan, dan santunan penyembuhan karena sakit dan kecelakaan.
  3. Minimum masa perawatan 1 x 24 jam, maksimum 180 hari per tahun.
  4. Bisa dobel klaim. Dapat digunakan sebagai tambahan santunan jika telah memiliki askes dari kantor.
  5. Klaim Flexicare Family menggunakan sistem reimburse (bayar dulu, baru ajukan klaim).
  6. Cara pengajuan klaim dengan melampirkan kuitansi rumah sakit asli atau boleh fotokopi yang dilegalisir.
  7. Uang santunan diberikan secara lumpsum sebesar jumlah yang tertera di tabel manfaat.
  8. Uang lumpsum dikirim ke rekening peserta selambat-lambatnya 14 hari kerja setelah pengajuan klaim disetujui.
  9. Flexicare Family dapat menyertakan seluruh anggota keluarga dalam satu polis. Tentunya dengan tambahan premi.
  10. Usia masuk mulai 6 bulan sampai 55 tahun.
  11. Masa berlaku sampai usia 65 tahun.
  12. Tersedia mulai pengambilan 1 unit (100 ribu/hari) sampai 15 unit (1,5 juta/hari).
  13. Masa tunggu 1 bulan sejak diterima sebagai peserta.
  14. Beberapa penyakit tertentu dan penyakit yang telah ada sebelumnya dikenakan masa tunggu 12 bulan.

Penjelasan lebih detil mengenai Rider ini, silakan baca halaman Flexicare Family.

Salam,

JOhan| 0818 654 456 (Mobile & Whatsapp) | 5178D3DF (Blackberry Messenger)