Salah Kaprah Dalam Memahami Asuransi Pendidikan

ilustrasi_sarjanaBanyak cara yang dilakukan orang tua dalam mempersiapkan dana untuk pendidikan anaknya kelak. Ada yang menabung secara konvensional di bank, ada yang berinvestasi di reksadana saham, property atau logam mulia, bahkan tidak sedikit yang ikut dalam asuransi pendidikan. Pada kesempatan kali ini saya coba mengulas mengenai asuransi pendidikan, terutama karena menurut saya ada yang kurang tepat dalam memahami istilah asuransi pendidikan. Semoga ulasan saya berikut ini bisa memberikan pencerahan kepada para orang tua yang sedang mempersiapkan dana pendidikan untuk anak-anaknya kelak. Baca selengkapnya..

Advertisements

TAPRO Sebagai Proteksi Penghasilan

proteksi-pendapatanApa sih yang dimaksud dengan TAPRO sebagai proteksi penghasilan?

TAPRO sebagai proteksi penghasilan definisinya adalah melindungi seseorang atau keluarga dari resiko finansial yang buruk jika sumber penghasilan/pencari nafkah (biasanya seorang ayah) tidak bisa lagi mencari nafkah karena sakit kritis, cacat tetap permanen, kecelakaan atau meninggal dunia. Bagaimana caranya TAPRO melindungi seseorang dari resiko finansial yang buruk? Apakah TAPRO bisa melindungi seseorang dari sakit kritis, cacat tetap permanen, kecelakaan atau meninggal dunia? Mari kita simak penjelasannya berikut ini.. Baca selengkapnya…

Hal-Hal Yang Tidak Perlu Dicover Asuransi

Sadar asuransi itu baik, tapi tidak setiap hal memerlukan asuransi.

Artikel ini berisi rangkuman pendapat saya mengenai jenis-jenis asuransi yang sering ditanyakan orang. Misalnya asuransi yang menanggung rawat jalan, rawat gigi, persalinan, pendidikan, dan pensiun. Semua hal itu, menurut saya, tidak memerlukan asuransi dan sebaiknya dipersiapkan dengan cara lain. Mengapa?

Alasannya dapat disimpulkan dalam empat kalimat:

  1. Untuk hal-hal yang dampak keuangannya masih sanggup kita tanggung, kita tidak memerlukan asuransi.
  2. Untuk hal-hal yang bukan musibah, jelas bukan ranahnya asuransi.
  3. Untuk hal-hal yang waktunya dapat diketahui, solusinya bukan asuransi.
  4. Untuk asuransi yang preminya sangat mahal, mendingan tidak usah kita beli.

 Rawat Jalan dan Rawat Gigi

Kenapa rawat jalan dan rawat gigi tidak perlu pakai asuransi?

  1. Biayanya tidak besar, mulai puluhan sampai ratusan ribu saja. Bahkan beberapa penyakit ringan tidak diobati pun sembuh sendiri.
  2. Rate preminya mahal sekali, sekitar 1 per 2 (untuk maksimum manfaat sebesar 2 juta, preminya 1 juta setahun).

Saran:

  1. Siapkan dana darurat.
  2. Bisa pakai BPJS Kesehatan. Premi sangat murah. 25 ribu sd 59,5 ribu per bulan.

Baca juga: Perlukah Memiliki Asuransi Rawat Jalan?

Persalinan/Melahirkan

Kenapa persalinan tidak perlu pakai asuransi?

  1. Melahirkan anak bukan musibah.
  2. Melahirkan anak tidak terjadi secara tiba-tiba. Waktunya dapat diketahui dan diperkirakan.
  3. Kalau melahirkan di bidan, biayanya tidak besar. Melahirkan di rumah sakit pun tidak terlalu mahal. Kalaupun harus operasi cesar biayanya masih dapat diukur.
  4. Rate preminya mahal sekali, juga sekitar 1 per 2 (untuk maksimum manfaat sebesar 10 juta, preminya 5 juta setahun).

Saran:

  1. Menabunglah sejak awal kehamilan atau lebih awal lagi.
  2. Bisa dibantu dengan BPJS Kesehatan.

Pendidikan Anak

Dana pendidikan harus dipersiapkan, tapi sebaiknya bukan lewat asuransi. Kenapa?

  1. Bersekolah bukan musibah.
  2. Waktunya dapat diperkirakan dan direncanakan, tidak terjadi secara tiba-tiba, jadi setiap orangtua akan memiliki waktu untuk mempersiapkannya.
  3. Dana pendidikan bisa sangat besar. Tak ada asuransi yang sanggup menanggung semuanya, kecuali preminya juga besar sekali.
  4. Persiapan biaya pendidikan bukan ranah asuransi, tapi investasi.

Saran:

  1. Berinvestasilah sedini mungkin. Menabung saja tidak akan cukup karena ada faktor inflasi.
  2. Jika sejumlah dana telah terkumpul, alihkan pada aset-aset yang nilainya tidak tergerus oleh inflasi. Contoh: emas, perak, tanah, rumah, ruko.
  3. Pada saat yang sama, orangtua harus memiliki asuransi jiwa dengan uang pertanggungan yang cukup seandainya terjadi risiko yang tidak diinginkan di tengah perjalanan, terutama meninggal dunia, cacat tetap, dan penyakit kritis. Tiga risiko ini dapat menggagalkan pendidikan anak anda.

Baca juga: Asuransi Pendidikan vs Asuransi Jiwa

Pensiun

Seperti halnya dana pendidikan, dana pensiun pun harus dipersiapkan, tapi sebaiknya bukan lewat asuransi. Kenapa?

  1. Pensiun bukan musibah.
  2. Waktunya dapat diperkirakan dan direncanakan, tidak terjadi secara tiba-tiba, jadi setiap orang mestinya punya cukup waktu untuk mempersiapkannya.
  3. Dana yang dibutuhkan untuk bisa pensiun akan sangat besar. Tak ada asuransi yang sanggup menanggung semuanya, kecuali preminya juga besar sekali.
  4. Persiapan dana pensiun bukan ranah asuransi, tapi investasi.

Saran:

  1. Berinvestasilah sedini mungkin. Menabung saja tidak akan cukup karena ada faktor inflasi.
  2. Jika sejumlah dana telah terkumpul, alihkan pada aset-aset yang nilainya tidak tergerus oleh inflasi. Contoh: Emas, perak, tanah, rumah, ruko.
  3. Pada saat yang sama, kita harus memiliki asuransi jiwa dengan uang pertanggungan yang cukup seandainya terjadi risiko yang tidak diinginkan di tengah perjalanan, terutama proteksi cacat tetap dan penyakit kritis. Dua risiko ini dapat membatalkan rencana pensiun anda.

Salam,

JOhan| 0818 654 456 (Mobile & Whatsapp) 5178D3DF (Blackberry Messenger)

Cara Menentukan Uang Pertanggungan Yang Ideal

“Mas, gimana sih cara nentuin besaran UP?”

Pertanyaan diatas adalah pertanyaan yang sangat sering di tanyakan oleh calon nasabah saya. Mereka mau punya produk seperti TAPRO, tapi mereka gak tau berapa UP yang tepat untuk mereka dan keluarga. Untuk itu, saya mendapatkan bocoran rumusan untuk menentukan besaran UP ketika saya mengikuti training mingguan di agency saya.

Let’s say untuk saat ini biaya hidup yang dibutuhkan selama sebulan sebesar 10 juta untuk sekeluarga. Biaya tersebut di pakai untuk kebutuhan makan, bayar uang sekolah anak, bayar KPR rumah, bayar listrik, bayar cicilan kendaraan, untuk jalan-jalan, dan untuk di tabung. Dengan pengeluaran sebulan sebesar 10 juta tersebut, maka untuk menentukan UP yang akan digunakan oleh keluarga ketika pencari nafkah tidak bisa lagi bekerja karena terkena sakit kritis atau meninggal dunia adalah sebagai berikut:

(Biaya hidup sebulan x 200) –> 10.000.000 x 200 = 2.000.000.000

Dari itungan diatas, UP yang ideal adalah sebesar 2 Miliar. Dan biasanya setelah saya sebutkan angka 2 Miliar tersebut, muncul pertanyaan berikutnya.

“Apa UP segitu ga kegedean mas?”. “Kalau misalnya dapet UP segitu, trus kita pake buat bayar hidup selama sebulan gitu? Klo kayak gitu nanti lama-lama uangnya bakalan abis donk mas..”

Bagaimana menurut Anda? Apakah angka tersebut terlalu besar? Apakah uang tersebut akan dipakai langsung untuk biaya hidup selama sebulan? Mari kita simak penjelasannya sebagai berikut..

Setelah keluarga mendapatkan UP sebesar 2 Miliar, maka uang 2 Miliar tersebut bisa digunakan untuk biaya kehidupan sehari-hari. Namun uang tersebut jangan langsung digunakan untuk biaya hidup selama sebulan. Akan lebih baik jika uang 2 Miliar tersebut sebagian digunakan sebagai modal untuk berdagang. Karena perlu diingat bahwa 9 dari 10 pintu rejeki itu adalah berdagang. Jadi apapun jenis usaha kita, selama kita tekun dan konsisten, lambat laun biaya bulanan yang diawal tadi bisa tercapai.

Jika Anda ingin dibuatkan ilustrasi dengan manfaat dan uang pertanggungan yang berbeda silakan klik Permohonan Ilustrasi Asuransi, atau mengirimkan profil Anda seperti:

  1. Nama lengkap (sesuai KTP)
  2. Tanggal lahir
  3. Jenis kelamin
  4. Merokok/tidak merokok
  5. Bekerja didalam/luar ruangan
  6. Alamat email
  7. No HP

ke alamat email melindungipenghasilan@gmail.com atau bisa dikirimkan melalui whatsapp atau BBM di nomer dibawah.

Salam,

JOhan|  0818 654 456 (Mobile & Whatsapp)5178D3DF (Blackberry Messenger)

Asuransi Kesehatan dari Allianz Sesuai Tagihan dengan Limit Tahunan 6 Miliar

smartmed-premier-gambar1Pada bulan Agustus 2014, Allianz meluncurkan produk asuransi kesehatan (askes) baru dengan nama SmartMed Premier. Kelebihan produk ini jika di bandingkan dengan produk askes yang sebelumnya sudah dimiliki oleh Allianz misalnya menanggung biaya rumah sakit sesuai tagihan, dengan limit tahunan sebesar 6 miliar, serta keunggulan yang lainnya. Askes berkategori premium ini dapat digunakan di seluruh dunia, dengan fasilitas kartu cashless khusus di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Baca selengkapnya…

Awas Maut… Ini Serangan Jantung, Bukan Masuk Angin!

Pada produk TAPRO Syariah (Allisya Protection Plus), gejala-gejala yang dialami oleh jurnalis Kompas, M. Latief (38 tahun) ini termasuk dalam kategori Serangan Jantung Pertama yang dicover oleh CI+ atau CI100. Mari kita simak kisah dari M. Latief ketika merasakan gejala-gejala serangan jantung dan kesigapannya untuk segera ke rumah sakit yang menyelamatkan hidupnya.

KOMPAS.com — Banyak orang mengenal serangan jantung seperti yang digambarkan dalam film atau sinetron, yakni mata mendelik, dada sesak, dan tangan memegangi dada ketika pingsan. Padahal, adakalanya rasa sakit tidak mengikuti pola tertentu, bahkan tanpa diikuti rasa nyeri dada. Simak kisah serangan jantung seperti yang dialami M Latief (38). Jurnalis yang memiliki hobi naik gunung ini mengalami serangan jantung ringan dengan gejala mirip masuk angin. Inilah pengalamannya.

Serasa baru selesai joging jarak jauh, keringat seketika mengucur deras dari kening, leher, dan sebagian badan saya. Anehnya, itu keringat dingin, bukan hangat. Dingin sekali.

Sedetik keringat menderas, tiba-tiba dada juga terasa sesak, diikuti tengkuk hingga bahu yang menegang. Fun City, tempat permainan anak Margo City, Depok, tempat saya berdiri itu, seperti pelan-pelan menyempit, mengimpit. Baca selengkapnya…

Ada 5 Penumpang MH370 Tercover Asuransi Allianz

Beberapa hari belakangan ini berita di TV, internet bahkan di koran di ramaikan oleh berita mengenai hilangnya sebuah pesawat milik Malaysia Airlines. Pesawat Boeing 777-200 milik maskapai Malaysia Airlines tersebut hilang kontak ketika mengudara dari Kuala Lumpur menuju Beijin – China pada hari Sabtu (8/3), pukul 02.40 waktu setempat. Terdapat 239 orang penumpang, termasuk 2 balita yang berada di dalam pesawat tersebut.

Dari 239 penumpang tersebut, menurut informasi yang penulis dapatkan dari detik.com, bahwa ada 5 penumpang yang tercover oleh Asuransi Allianz. 

Dari informasi yang penulis kutip dari situs berita detik.com bahwa 4 penumpang merupakan warga negara Malaysia dan yang ke-5 merupakan siswa yang berkewarganegaraan China. 

“Empat dari mereka mempunyai polis asuransi jiwa dan satu lagi asuransi kecelakaan,” ungkap CEO Allianz Malaysia, Jens Reisch seperti dikutip TheStar, Rabu (12/3/2014).

Namun Reisch tidak menyebutkan penumpang mana saja yang tercover asuransi tersebut. Termasuk besaran klaim yang didapatkan pemegang polis itu.

SUMBER

Well, apakah Anda termasuk yang suka bepergian? Apakah Anda sudah memiliki asuransi jiwa & kecelakaan dengan premi yang murah tapi memberikan manfaat yang besar?

Jika Anda ingin informasi mengenai asuransi jiwa dari Allianz, silakan menghubungi penulis pada kontak dibawah.

Salam,

JOhan|  0818 654 456 (Mobile & Whatsapp)5178D3DF (Blackberry Messenger)