Kisah Closing Nasabah Lembaga Pemerintahan Non Kementrian

asuransijiwaPada tulisan kali ini saya akan menceritakan mengenai pengalaman saya mulai dari kenalan pertama kali dengan calon nasabah sampai akhirnya closing menjadi nasabah saya. Kisah ini bermula pada tanggal 27 Maret 2015 sekitar pukul 9.46 pagi, notifikasi whatsapp di handphone saya berbunyi. Ketika saya cek ternyata seseorang yang menanyakan info mengenai TAPRO. Beliau mendapatkan nomor handphone saya dari Kaskus, karena memang saya cukup aktif juga di Kaskus, terutama di forum Perencanaan Keuangan. Sudah sejak awal beliau ingin info lebih detil mengenai asuransi jiwa dan sakit kritis di TAPRO. Beliau minta saya untuk dibuatkan ilustrasi dengan manfaat UP Jiwa 1,5 Miliar dan UP CI100 1,5 Miliar.

Baca selengkapnya..

Advertisements

Kisah Closing Nasabah TAPRO, Seorang Manager Engineer Perusahaan Swasta Di Jakarta

Setelah sebelumnya saya sharing pengalaman saya mengenai closing TAPRO dengan seorang auditor pegawai negeri sipil (baca juga: Kisah Closing Nasabah TAPRO, Seorang Auditor Pegawai Negeri Sipil), kali ini saya kembali akan berbagi pengalaman closing nasabah TAPRO, seorang Engineering Manager di sebuah perusahaan yang bergerak dibidang perancangan pabrik.

Berawal dari sebuah email yang masuk pada tanggal 24 Januari 2015 jam 3 sore yang berisi permintaan agar dibuatkan ilustrasi dengan total manfaat 2,5 Miliar (baca juga: Dapatkan Total UP 2,5 Miliar, Hanya 600 ribuan Perbulan). Email yang datang dari seorang istri dan ibu rumah tangga yang peduli akan proteksi bagi suaminya. Beliau minta dibuatkan polis asuransi dengan manfaat meninggal dunia, sakit kritis, cacat tetap total, kecelakaan dan pembebasan premi. Alasan kenapa beliau ingin memiliki sebuah asuransi jiwa adalah karena menurut beberapa pakar perencanaan keuangan yang pernah beliau baca dan dengar, bahwa asuransi jiwa perlu ada ketika kita merencanakan keuangan kita dan keluarga. Baca selengkapnya..

Kisah Closing Nasabah TAPRO, Seorang Auditor Pegawai Negeri Sipil

Kali ini saya hanya ingin berbagi kisah mengenai nasabah saya yang pertama kali inforce di tahun 2015 ini. Nasabah saya ini adalah seorang wanita, belum menikah, dan bekerja sebagai auditor pegawai negeri sipil di Jakarta. Berawal dari iseng-iseng melakukan cek tekanan darah di pelataran kantor beliau, beliau cukup kaget karena hasil dari cek tekanan darah tersebut menyatakan bahwa beliau beresiko terkena stroke (salah satu dari 49 penyakit kritis yang dicover TAPRO). Meskipun beliau merasa selalu sehat, namun tetap merasa khawatir jika tiba-tiba terkena stroke dan biaya yang diperlukan sangat besar. Oleh sebab itu beliau melakukan riset di internet dan menemukan blog saya ini. Baca selengkapnya..