Mereka yang Meninggal di Usia Muda Akibat Penyakit ‘Tua’

Berbicara mengenai penyakit kritis sepertinya tidak pernah ada habisnya. Banyak orang-orang yang bertanya kepada saya, kenapa sih kok sering banget nawarin produk asuransi sakit kritis. Bahkan ada dari beberapa orang yang masih muda yang saya tawarkan asuransi sakit kritis menolak dengan alasan usia mereka masih muda jadi kecil kemungkinan terkena sakit kritis yang biasanya terjadi pada orang berusia tua. Berikut ini saya ambil artikel dari detik.com beberapa orang yang sudah kita kenal yang meninggal dunia di usia muda karena penyakit ‘tua’:

1. Egidia Savitr

Presenter ini meninggal dunia di usia 33 tahun akibat Arteriovenous Malformations (AVM). Penyakit ini juga dikenal dengan sebutan varises otak dan sangat mematikan apabila pembuluh darah di otak sudah pecah dan dapat menyebabkan stroke bila penanganannya terlambat. Pada Jumat (29/11/2013), mantan Gadis Sampul 1994 itu menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Siloam Lippo Karawaci, Tangerang.

2. Syamsul Effendi alias Ade Namnun

Presenter sekaligus komedian Syamsul Effendi atau yang terkenal dengan nama Ade Namnung meninggal dunia pada Selasa (31/01/2012) di usia 34 tahun. Sebelumnya, Ade dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya karena mengalami perdarahan hingga stroke. Kondisi kesehatan Ade sempat mengalami penyembuhan yang cukup pesat, namun ia dinyatakan meninggal karena serangan jantung akut.

3. Sukma Ayu

Putri dari pasangan artis Nani Wijaya dan Misbach Yusa Biran ini dinyatakan mengalami serangan pada saraf-saraf inti otak yang makin luas sehingga mempengaruhi kondisi organ tubuhnya. Setelah sekitar 5 bulan 16 hari mengalami koma, Sukma Ayu meninggal dunia pada Sabtu (25/9/2004) di usia yang masih sangat muda yaitu 24 tahun.

4. Adjie Massaid

Aktor dan politikus Adjie Massaid meninggal di usianya yang ke-43 pada Sabtu (5/2/2011) dini hari. Menurut dokter yang menanganinya, suami Angelina Sondakh itu terkena serangan jantung dan sudah akut.

5. Ricky Jo

Pria yang terkenal sebagai presenter acara sepakbola ini meninggal dunia pada Jumat (22/3/2013) akibat serangan jantung. Sebelum akhirnya meninggal dunia, Ricky sempat mengeluh merasakan adanya nyeri pada bagian dadanya. Menuju rumah sakit MMC, Ricky pun sudah tidak sanggup berjalan. Hany mengungkapkan Ricky tampak lemas dan harus diantar menuju Unit Gawat Darurat (UGD) dengan kursi roda. Ricky meninggal dunia di usia 43 tahun.

6. Mita Diran

Meskipun tak termasuk dalam kalangan artis, meninggalnya copywriter ini sempat ramai dibicarakan publik. Sebelum meninggal setelah bekerja lembur 30 jam, si copywriter ini masuk RS dengan kadar gula tinggi. Mita meninggal dunia di usia 27 tahun.

Apakah Anda masih berpendapat bahwa penyakit seperti sakit jantung, stroke, gagal ginjal, kanker dan penyakit kritis lainnya hanya menyerang orang-orang yang berusia tua?

Milikilah segera asuransi sakit kritis seperti CI+ atau CI100 yang mengcover 100 kondisi sakit kritis mulai dari tahap awal.

Jika Anda ingin dibuatkan ilustrasi asuransi jiwa dan sakit kritis, silakan menghubungi saya pada kontak di bawah

Salam,

JOhan|  0818 654 456 (Mobile & Whatsapp)5178D3DF (Blackberry Messenger)

Advertisements

Dahulukan Mana, Investasi atau Asuransi?

Yang namanya investasi memang sangat perlu sebagai salah satu langkah dalam perencanaan masa depan. Namun kita pun harus sadar bahwa dalam berinvestasi selalu ada yang namanya RESIKO. Kalau resiko seperti kerugian karena turunnya nilai investasi pasti sudah menjadi bahan pertimbangan sebelum melakukan investasi. Tapi apakah resiko seperti SAKIT KRITIS dan MENINGGAL DUNIA juga sudah menjadi pertimbangan sebelum melakukan investasi? Padahal jika 2 hal itu sudah terjadi, mungkin target keuntungan yang di setting sebelum berinvestasi tidak akan tercapai.

Misalnya kita punya impian untuk bisa memiliki uang sebanyak 1 Miliar. Untuk mencapai impian tersebut Anda menabung secara rutin sebesar 2 juta/bulan. Dengan perencanaan seperti itu berarti Anda memerlukan waktu sekitar 42 tahun untuk bisa memiliki uang sebesar 1 Miliar. 42 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Dan dalam jangka waktu 42 tahun tersebut kemungkinan terserang SAKIT KRITIS selalu ada. Apalagi dengan gaya hidup & tingkat stress yang tinggi di jaman sekarang. Baik usia muda ataupun tua beresiko terkena sakit STROKE, JANTUNG, KANKER atau GAGAL GINJAL.

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana jika seandainya baru 10 tahun menabung lalu terkena SAKIT KRITIS? Dan setelah periksa ke dokter, dokter bilang Anda harus menyiapkan dana 1 Miliar untuk biaya operasi? Apa yang akan Anda lakukan? Baca selengkapnya…

Bagaimana Jika Suatu Saat Anda Terdiagnosa Penyakit Kritis?

Sobat pembaca, apakah Anda yakin bahwa Anda tidak akan terdiagnosa Penyakit Kritis seperti Kanker, Stroke, Serangan Jantung, Gagal Ginjal dan penyakit kritis lainnya?

Bagaimana jika suatu saat Anda mengalami gangguan dan pergi periksa ke dokter, lalu setelah beberapa pemeriksaan dokter menyatakan bahwa Anda terdiagnosa salah satu dari penyakit kritis di atas? Dan tidak hanya itu, bagaimana jika dokter mengatakan bahwa Anda harus segera di operasi untuk proses penyembuhan yang membutuhkan biaya paling tidak 500 juta – 1 Miliar?

Mana yang Anda pilih:

1. Mencairkan seluruh tabungan Anda yang merupakan hasil kerja keras dan jerih payah Anda selama bertahun-tahun? Apakah Anda rela seluruh aset yang Anda punya harus ikut di jual karena ternyata tabungan Anda pun tidak cukup untuk membiayai pengobatannya?

Atau….

2. Allianz yang akan membayarnya untuk Anda sehingga tabungan dan seluruh aset Anda tidak berkurang?

Mungkin kini Anda bertanya, masa sih Allianz bisa membayar pengobatan penyakit kritis yang biayanya mencapai 1 Miliar? Tentu saja bisa, dengan catatan sobat pembaca terdiagnosa 1 dari 49 penyakit kritis setelah 90 hari dari masa berlaku polis.

Untuk menjawab pertanyaan di atas, sobat pembaca bisa melihat ilustrasinya disini atau bisa langsung menghubungi saya pada kontak di bawah.. 🙂

Salam,

JOhan|  0818 654 456 (Mobile & Whatsapp)5178D3DF (Blackberry Messenger)